publicindonesia.com | Tangerang Selatan – Penyaluran bantuan sosial (bansos) pangan dari Perum Bulog yang dilakukan pada akhir Maret 2026 di sejumlah kelurahan di Kota Tangerang Selatan menjadi sorotan. Bantuan yang disalurkan untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026 tersebut berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter bagi setiap keluarga penerima manfaat.
Namun dalam proses penyalurannya, masih ditemukan sisa beras dan minyak di beberapa kelurahan, yang menunjukkan adanya persoalan pada data penerima bantuan sosial.
Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan, An Daryono Wiyono dari Partai Nasdem, menyoroti kondisi tersebut dan menilai perlu adanya percepatan perbaikan data penerima bansos agar bantuan benar-benar sampai kepada warga yang berhak.
Menurut Daryono, perubahan dan pembaruan data penerima bantuan sosial harus segera dilakukan, terutama agar warga miskin yang masuk dalam kategori desil penerima bantuan dapat terakomodasi dengan baik.
“Perubahan data harus segera dilakukan sehingga warga miskin yang sesuai dengan kategori desil bisa terakomodir dan bantuan beras dapat tersalurkan dengan tepat,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa masih adanya sisa bantuan di beberapa kelurahan menjadi indikasi bahwa validitas data penerima bansos perlu diperbaiki, agar tidak ada bantuan yang terhambat atau tidak tersalurkan.
Daryono menambahkan, setelah melakukan pertemuan dengan Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan, pihaknya mendapatkan komitmen bahwa dinas siap melakukan langkah “jemput bola” ke setiap kelurahan untuk memperbaiki data penerima bantuan sosial.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pembaruan data, sehingga program bantuan pangan pemerintah dapat lebih tepat sasaran dan menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Dengan perbaikan data yang cepat dan akurat, penyaluran bansos pangan dari Bulog di Kota Tangerang Selatan diharapkan ke depan dapat berjalan lebih efektif serta tidak lagi menyisakan bantuan di tingkat kelurahan.
(*/Rif)








