Kenaikan Harga Kedelai Impor, Pengrajin Tahu Tempe di Tangerang Selatan Terpukul

oleh -554 Dilihat

Pengrajin Tahu Tempe di Tangerang Selatan Terpukul Kenaikan Harga Kedelai Imporpublicindonesia.com | Ciputat — Para pengrajin tahu dan tempe di Jalan Wahid Kedaung Pamulang Kota Tangerang Selatan, Banten, tengah menghadapi tekanan berat akibat lonjakan harga kedelai impor yang terus merangkak naik dalam beberapa hari terakhir. (3/4).

Sejumlah pelaku usaha di kawasan Jalan Wahid mengeluhkan harga kedelai yang kini telah mencapai Rp11.000 per kilogram atau sekitar Rp1.120.000 per kintal. Kenaikan ini dinilai memberatkan, terutama bagi usaha kecil yang sangat bergantung pada bahan baku impor tersebut.

Tasbim, salah satu pengrajin tahu tempe yang berlokasi di Jalan Tabanas II, menuturkan bahwa lonjakan harga kedelai sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Ia menyebutkan bahwa kondisi ini diduga dipicu oleh konflik internasional, khususnya antara Amerika Serikat dan Iran, yang berdampak pada pasokan dan harga komoditas global.

“Beberapa hari ini harga kedelai terus naik. Kita jadi bingung, karena belum bisa menaikkan harga jual,” ujar Tasbim saat ditemui Jumat siang.

Ia menjelaskan, para pengrajin tergabung dalam sebuah paguyuban yang mengatur keseragaman harga jual di pasaran. Oleh karena itu, kenaikan harga produk tidak bisa dilakukan secara sepihak.

“Kita ada paguyuban, jadi belum bisa naikkan harga sendiri. Kecuali kalau dari paguyuban sudah sepakat naik, baru kita ikut,” tambahnya.

Meski demikian, Tasbim memastikan bahwa stok kedelai untuk produksi saat ini masih mencukupi. Namun, ia mengkhawatirkan tren kenaikan harga yang terjadi hampir setiap hari.
“Alhamdulillah stok masih ada, cukup untuk produksi. Tapi harganya terus naik tiap hari,” katanya.

Para pengrajin berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga kedelai, sehingga usaha kecil seperti mereka tidak semakin tertekan dan tetap bisa bertahan di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.

(*/Rif)

No More Posts Available.

No more pages to load.