Wamendagri Bima Arya Dorong Pemda Garap Potensi Industri Musik untuk Tingkatkan PAD

oleh -361 Dilihat

Jakarta, publicindonesia.com — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong pemerintah daerah (Pemda) agar memandang industri musik sebagai sektor strategis yang dapat menjadi sumber peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menggerakkan pertumbuhan ekonomi lokal.

Hal itu disampaikan Bima saat menjadi salah satu pembicara dalam Konferensi Musik Indonesia yang digelar di Golden Ballroom The Sultan Hotel, Jakarta, Jumat (10/10/2025).

Dalam paparannya, Bima mengungkapkan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, musik merupakan bentuk hiburan paling digemari masyarakat Indonesia.
“Sebanyak 52 persen masyarakat Indonesia menyukai musik, disusul film 50 persen dan tarian 26 persen. Jadi orang Indonesia suka musik, suka film, dan suka menari. Makanya, kalau dengar musik sedikit saja, pasti ikut joget,” ujar Bima disambut tawa hadirin.


Bonus Demografi Jadi Peluang Emas

Bima juga menyoroti bonus demografi yang kini dinikmati Indonesia, di mana penduduk usia produktif mendominasi. Menurutnya, hal ini merupakan peluang besar bagi Pemda untuk mengembangkan ekonomi kreatif, terutama melalui sektor musik.

“Bicara Gen Z dan Gen X itu bukan hanya soal politik. Kita harus pikirkan bagaimana memberdayakan mereka, memberikan ruang dan wadah untuk berkreasi. Karena dari sanalah ekonomi kreatif bisa tumbuh,” ujarnya.


Musik Sebagai Ekosistem Ekonomi

Bima menegaskan, industri musik bukan sekadar sarana hiburan, tetapi juga ekosistem ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja, menghidupkan pelaku UMKM, serta menarik investasi baru di daerah.
“Kalau dikelola dengan baik, musik bisa jadi sumber ekonomi yang berkelanjutan. Tapi memang masih ada kendala seperti birokrasi yang rumit dan regulasi yang belum pasti,” jelasnya.

Sebagai contoh, Bima menyinggung kerumitan perizinan kegiatan publik, yang juga dialami penyelenggara konser maupun event olahraga seperti lomba lari. “Saya sendiri pelari, jadi tahu betul bagaimana susahnya urus izin di daerah. Karena itu, tata kelola harus diperbaiki,” tambahnya.


Kemendagri Siap Fasilitasi Daerah

Menurut Bima, perbaikan tata kelola dan kepemimpinan kepala daerah menjadi kunci menciptakan industri kreatif yang sehat dan berdaya saing. Ia menegaskan, Kemendagri siap menjembatani koordinasi antar kementerian dan pemerintah daerah agar pemahaman tentang pentingnya sektor kreatif dapat diterapkan secara nyata di lapangan.

“Nah, karena itu, dunia industri kreatif ini sebenarnya punya prospek strategis untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah,” tutur Bima.
“Nanti, Kemendagri akan menjembatani koordinasi dengan Kementerian Kebudayaan, agar kebijakan ini benar-benar sampai ke pelaksana di daerah,” tandasnya.

(Red)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.