Musyawarah Akbar GANNAS di Setu Parigi: Serukan Perang Total Lawan Narkoba dan Santuni Anak Yatim

oleh -131 Dilihat
oplus_2

publicindonesia.com | Tangerang Selatan — Gerakan Anti Narkoba Nasional (GANNAS) menggelar Musyawarah Akbar, Halal Bihalal, dan Bhakti Sosial di kawasan Setu Parigi, Tangerang Selatan, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam memerangi penyalahgunaan narkoba di Indonesia yang dinilai sudah dalam kondisi darurat.

Ketua pelaksana kegiatan, Ahmad Yani, menegaskan bahwa kegiatan ini membawa pesan kuat kepada masyarakat bahwa Indonesia tengah menghadapi ancaman serius narkoba.

“Negara kita sudah dinyatakan dalam kondisi darurat narkoba, bahkan pemerintah telah menyatakan perang terhadap narkoba. Namun masih banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa kondisi ini tidak baik-baik saja,” ujarnya.

Selain sebagai ajang silaturahmi melalui halal bihalal, kegiatan ini juga diisi dengan santunan kepada anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial GANNAS terhadap sesama.

Dihadiri Tokoh Nasional dan Aparat

Acara ini dihadiri berbagai unsur penting, mulai dari jajaran pengurus pusat hingga daerah, di antaranya:

DPP GANNAS

Pimpinan GANNAS Provinsi Banten

Pimpinan GANNAS Kota Tangerang Selatan

Perwakilan BNN

Kepolisian dan Koramil

Senator DPD RI Banten, Habib Ali Alwi

Bupati Lampung Tengah

Ormas seperti Pemuda Pancasila, BPPKB, dan FORKABI

Ratusan anggota GANNAS

Harapan untuk Generasi Emas Bebas Narkoba

Dalam sambutannya, Dewan Pembina GANNAS Provinsi Banten, Habib Ali Alwi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap semakin banyak pihak yang peduli terhadap persoalan narkoba.

“Kalau persoalan narkoba tidak bisa diselesaikan, maka jangan berharap generasi emas bangsa bisa terwujud. Paling tidak, kita harus berupaya mengurangi dampaknya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum GANNAS, I Nyoman Adi Ferry, menyoroti faktor pergaulan sebagai salah satu penyebab utama penyebaran narkoba.

“Pergaulan adalah medan magnet yang kuat, yang bisa mempengaruhi yang lemah dalam penyebaran narkoba,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rencana GANNAS untuk melayangkan somasi kepada Presiden RI sebagai bentuk dorongan agar pemerintah lebih serius dalam upaya pemberantasan narkoba.

Salah satu poin yang disoroti adalah mendorong perpanjangan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Komitmen Bersama Perangi Narkoba

Melalui kegiatan ini, GANNAS berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara organisasi masyarakat, aparat, dan pemerintah dalam memerangi narkoba.

Dengan kolaborasi yang solid, diharapkan Indonesia dapat keluar dari kondisi darurat narkoba dan menciptakan generasi masa depan yang sehat, produktif, dan bebas dari ancaman narkotika.

(*/Rif)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.