Tangerang Selatan, 11 April 2026 – Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri menghadiri kegiatan Musyawarah Akbar dan Halal Bihalal Gerakan Anti Narkoba Nasional (GANNAS) yang digelar di kawasan Setu Parigi, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama memerangi penyalahgunaan narkotika yang kian mengkhawatirkan di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Komang Koheri menegaskan bahwa perang terhadap narkoba tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Pencegahan narkotika harus dimulai dari masyarakat. Peran serta publik sangat penting untuk membantu pemerintah dalam melakukan sosialisasi dan edukasi bahaya narkoba,” ujarnya.
Soroti Gen Z dan Faktor Penyebab Penyalahgunaan Narkoba
Dalam penyampaiannya, Ardito secara khusus menyoroti kalangan Generasi Z (Gen Z) yang dinilai rentan terpapar narkoba. Ia menyebutkan bahwa salah satu faktor utama penyalahgunaan narkotika di kalangan anak muda adalah rendahnya rasa percaya diri serta pengaruh gaya hidup.
“Banyak yang terjerumus karena ketidakpercayaan diri, juga karena menganggap narkoba sebagai bagian dari gaya hidup. Ini yang harus kita ubah. Generasi muda harus berani mengatakan tidak pada narkoba,” tegasnya.
Ia juga menyinggung adanya sejumlah figur publik yang terjerat kasus narkotika, yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi persepsi generasi muda. Untuk itu, ia mendorong hadirnya figur-figur publik yang bisa menjadi teladan positif.
Dorong Peran Artis dan Komunitas
Komang Koheri mengungkapkan harapannya agar organisasi seperti GANNAS dapat menggandeng kalangan artis yang bebas dari narkoba untuk menjadi role model bagi generasi muda.
“Harapannya, artis-artis yang tidak menggunakan narkoba bisa tampil dan memberi contoh bahwa mereka tetap bisa sukses dan percaya diri tanpa narkotika,” katanya.
Ia juga menyebut keterlibatannya dalam komunitas seni sebagai bagian dari upaya memperluas kampanye anti narkoba.
Narkoba Sudah Darurat, Perlu Sinergi Nasional
Lebih lanjut, Komang Koheri menegaskan bahwa kondisi narkotika di Indonesia saat ini sudah dalam tahap darurat. Ia menyoroti adanya berbagai kasus yang melibatkan oknum, bahkan hingga penyalahgunaan fasilitas seperti ambulans untuk peredaran narkoba.
“Kita tidak bisa menutup mata. Ada oknum-oknum yang menyalahgunakan kekuasaan untuk peredaran narkoba. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” ujarnya.
Perkuat Program P4GN di Daerah
Terkait upaya pencegahan di daerah, khususnya di Lampung, menyampaikan bahwa pemerintah terus menguatkan program P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika).
Menurutnya, program ini harus dijalankan secara berkelanjutan dan melibatkan semua lini, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah.
“Mulai dari Presiden, Gubernur, hingga Bupati/Wali Kota harus memiliki komitmen yang sama. Karena narkotika sudah menjadi ancaman serius yang harus kita lawan bersama,” jelasnya.
Ajak Selamatkan Generasi Bangsa
Menutup penyampaiannya, Ardito mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyelamatkan generasi muda Indonesia dari bahaya narkoba.
“Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi tugas kita semua. Mari kita selamatkan anak-anak Indonesia dari narkotika,” pungkasnya.








