Tembok Perumahan Nerada Estate Ciputat Longsor Usai Hujan Deras, Pemerintah Bergerak Cepat Lakukan Penanganan

oleh -110 Dilihat

publicindonesia.com | Tangerang Selatan — Hujan deras yang mengguyur wilayah Jabodetabek pada Senin sore, 4 Mei 2026, menyebabkan bencana longsor di kawasan Perumahan Nerada Estate, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat. Tembok pembatas perumahan yang berbatasan langsung dengan aliran kali dilaporkan roboh akibat tekanan air dan tanah yang labil.

Peristiwa ini terjadi setelah curah hujan tinggi mengguyur wilayah Cipayung dan sekitarnya, yang memang dikenal rawan genangan hingga longsor saat musim hujan ekstrem. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun warga sempat khawatir akan potensi longsor susulan.

Menindaklanjuti laporan warga, Lurah Cipayung, Dini Nurlianti, langsung turun ke lokasi dan bergerak cepat melakukan koordinasi bersama pengurus lingkungan serta pihak DSDABMBK Kota Tangerang Selatan untuk penanganan darurat.

“Kami langsung berkoordinasi dengan dinas terkait dan warga setempat untuk memastikan kondisi aman. Penanganan sementara sudah dilakukan agar tidak terjadi longsor susulan,” ujar Dini di lokasi kejadian.

Perbaikan darurat dilakukan dengan memasang penahan sementara di area tembok yang roboh. Langkah ini diambil mengingat intensitas hujan masih cukup tinggi dan dikhawatirkan dapat memperparah kondisi tanah di sekitar bantaran kali.

Di lokasi kejadian, turut hadir Kabid DSDABMBK Tangsel, Eka, bersama pengurus lingkungan Mukyadi Widodo atau Mbah Mung serta sejumlah tokoh masyarakat yang ikut memantau proses penanganan.

Pemerintah setempat memastikan bahwa langkah lanjutan akan segera dilakukan guna memberikan rasa aman bagi warga. Perbaikan permanen direncanakan menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kami akan melakukan tindakan berkelanjutan dan memastikan perbaikan maksimal demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat,” tambah Lurah Dini.

Warga diimbau tetap waspada, terutama saat hujan deras berlangsung dalam durasi panjang, mengingat potensi bencana seperti longsor dan banjir masih dapat terjadi di sejumlah titik rawan di Kota Tangerang Selatan.

(*/Rif)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.