Ribuan Ikan Mati di Tandon, Camat Mukroni Turun Langsung

oleh -415 Dilihat

publicindonesia.com | Pamulang, — Ribuan ikan dari berbagai jenis ditemukan mati mengambang di tandon air Sarana Indah Permai, Kompleks Perumahan Sarana Indah, RT 09 RW 08, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Pamulang. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 8 Januari 2026, dan menimbulkan keresahan warga akibat bau tidak sedap yang menyengat di sekitar lokasi.

Mendapat laporan dari masyarakat, Camat Pamulang H. Mukroni langsung turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan pada Minggu, 11 Januari 2026. Dalam kunjungannya, Camat Pamulang didampingi Ketua RT 09 RW 08, Suryatno, meninjau langsung kondisi tandon serta bangkai ikan yang masih mengambang di permukaan air.

H. Mukroni menegaskan bahwa pihak kecamatan tidak tinggal diam dan akan segera mengambil langkah cepat guna menangani permasalahan tersebut. Salah satu upaya awal yang dilakukan adalah pembersihan bangkai ikan agar tidak semakin mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan warga.

“Saya akan perintahkan Satpol PP Kecamatan Pamulang untuk menurunkan tim pembersih dengan menggunakan perahu karet, guna membersihkan sampah dan bangkai ikan yang masih mengambang di dalam tandon,” ujar Mukroni.

Selain pembersihan, Camat Pamulang juga meminta pihak kelurahan untuk segera menyiapkan lokasi pembuangan bangkai ikan. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah bau amis berkepanjangan serta potensi gangguan kesehatan bagi warga sekitar.

“Besok, Senin, saya minta lurah segera mencari tukang gali tanah agar bangkai ikan bisa dipendam sementara, supaya tidak menimbulkan bau yang mengganggu warga,” tambahnya.

Lebih lanjut, Mukroni menyampaikan bahwa untuk memastikan penyebab kematian ribuan ikan tersebut, pihak kecamatan akan melakukan pemeriksaan kualitas air tandon. Sampel air rencananya akan diuji di laboratorium guna mengetahui apakah terdapat kandungan limbah atau faktor lain yang menyebabkan ikan mati massal.

“Untuk memastikan penyebabnya, air tandon akan dicek terlebih dahulu melalui uji laboratorium,” jelasnya.

Sementara itu, warga berharap penanganan cepat dari pemerintah kecamatan dan kelurahan dapat segera mengatasi permasalahan ini, sekaligus mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari. Keberadaan tandon air tersebut dinilai sangat penting bagi lingkungan sekitar, sehingga perlu pengawasan dan perawatan yang berkelanjutan.

(*/Rif)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.