Pengajian Penutupan Nyaba Kampung Putaran Kedua di Cipayung Perkuat Persatuan dan Kepedulian Lingkungan

oleh -371 Dilihat

publicindonesia.com | Tangerang Selatan – Pemerintah Kelurahan Cipayung menggelar Pengajian Penutupan Nyaba Kampung Putaran Kedua dengan tema “Bersama Bersyukur, Bersatu dalam Persaudaraan, Bersih Kampung, Bersih Hati Menyambut Ramadhan”. Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, pada Sabtu pagi (7/2/2026).

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat, di antaranya Camat Ciputat H. Mamat, Sekretaris Dinas Perpustakaan Kota Tangerang Selatan Tomy Patria Edwardy, Lurah Cipayung Dini Nurlianti, Lurah Kedaung Darwin Sopian, perwakilan Polsek Ciputat, Danramil, Ketua Forum RW Kelurahan Cipayung Mulyadi Widodo, tokoh agama, tokoh masyarakat, para Ketua RT dan RW, jamaah undangan, serta perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Dorong Pengelolaan Sampah dan Ketertiban Lingkungan

Dalam sambutannya, Camat Ciputat H. Mamat, SE, MM menekankan pentingnya pengelolaan sampah dan ketertiban lingkungan sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan suci Ramadhan.

“Kita harus mampu memilah sampah dengan baik, mana sampah organik dan mana non-organik. Setiap RW harus memiliki tempat sampah memadai, bak kompos, serta sarana pendukung pengelolaan sampah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sampah organik dapat diolah menjadi kompos alami yang bermanfaat untuk tanaman dan penghijauan lingkungan.

“Dalam waktu sekitar tujuh hingga delapan bulan, sampah organik bisa berubah menjadi kompos yang berguna untuk kebun dan penghijauan kawasan,” tambahnya.

Pengawasan Rumah Kontrakan dan Kos-kosan

Camat Ciputat juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap rumah kontrakan dan kos-kosan demi menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.

“Ketua lingkungan harus mengecek status penghuni kontrakan. Pastikan identitas jelas, legal, dan memiliki dokumen pendukung. Jika pasangan tinggal bersama, harus ada bukti surat nikah. Jika mahasiswa, perlu ditanyakan asal kampus dan identitasnya,” tegasnya.

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah penyalahgunaan lingkungan untuk kegiatan yang tidak sesuai aturan.

Makna Program Pembangunan “HEBAT”

Dalam kesempatan tersebut, H. Mamat juga menjelaskan program pembangunan Kecamatan Ciputat dengan slogan “HEBAT” yang harus diterapkan secara nyata, bukan sekadar jargon.

HEBAT memiliki makna:

Hadir: Pemerintah dan aparat harus hadir dan responsif melayani masyarakat.

Efektif: Program harus tepat sasaran dan berdampak nyata.

Berdaya: Masyarakat diberdayakan untuk menyampaikan aspirasi dan masukan.

Aktif: Semua unsur masyarakat aktif bekerja sama dengan pemerintah kota.

“Kalau semua unsur ini dijalankan, maka HEBAT bukan sekadar slogan. Saya ingin Ciputat benar-benar peduli dan hadir untuk masyarakatnya,” tutupnya.

Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian Sosial

Pengajian Penutupan Nyaba Kampung ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga. Selain meningkatkan nilai keagamaan, kegiatan ini juga mendorong kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan ketertiban sosial menjelang bulan suci Ramadhan.

(*/Rif)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.