Pelantikan Kadin Tangsel 2026, Benyamin Davnie Dorong Kolaborasi dan Penguatan UMKM

oleh -193 Dilihat

publicindonesia.com | TANGERANG SELATAN — Pelantikan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tangerang Selatan berlangsung khidmat pada Senin, 18 Mei 2026, di kawasan Alam Sutra BSD, Serpong Utara. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pelaku UMKM guna mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang Selatan.

Acara tersebut dihadiri Ketua Kadin Provinsi Banten, Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Wakil Walikota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan, Ketua DPRD Tangsel Abdul Rasyid, Dirum Perseroda PITS Agus Supadmo, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang Selatan, perwakilan Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan, Kapolres Tangsel yang diwakili Kapolsek Serpong Kompol Hardono, Camat Ciputat Timur Rastra Yudhatama, S.STP, jajaran pengurus Kadin Tangsel, anggota Kadin, serta tamu undangan lainnya.

Ketua Pelaksana Pelantikan Kadin Tangsel, Mahludin, berharap kegiatan ini menjadi wadah memperluas jaringan usaha dan membuka peluang kerja sama bagi para pelaku usaha lokal.

“Pelantikan ini diharapkan menjadi sarana berbagi wawasan, memperluas jaringan, membuka peluang kerja sama, serta mendorong pengembangan UMKM dan pelaku usaha lokal agar semakin maju dan berdaya saing,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan acara masih terdapat kekurangan.

Sementara itu, Ketua Kadin Kota Tangerang Selatan Marhadi SE MM menegaskan bahwa penguatan UMKM menjadi fokus utama kepengurusan Kadin periode 2025–2030.

Menurutnya, UMKM lokal harus mampu bersaing dengan menghadirkan produk-produk asli Kota Tangerang Selatan yang memiliki kualitas dan daya jual tinggi.

“Berdaya saing menjadi tugas kami ke depan. Bagaimana kita menempatkan UMKM-UMKM yang ada di Kota Tangerang Selatan agar bisa bersaing menggunakan produk-produk asli daerah sendiri. UMKM ini harus mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang Selatan,” kata Marhadi.

Marhadi juga menjelaskan konsep “Kampung Digital” yang menjadi salah satu program pendampingan bagi pelaku UMKM. Program tersebut memberikan akses pendampingan legalitas usaha, bantuan permodalan, hingga bantuan hukum bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

“Kadang produk UMKM masyarakat itu sebenarnya bagus dan diminati masyarakat, tetapi terkendala legalitas sehingga sulit berkembang lebih besar. Di sinilah tugas Kadin untuk melakukan pendampingan agar UMKM bisa naik kelas dan memiliki daya saing,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang Selatan pasca pandemi COVID-19 menunjukkan perkembangan positif dan sebagian besar ditopang investasi sektor swasta.

Ia menyebut lebih dari 80 persen pertumbuhan ekonomi daerah berasal dari investasi swasta, baik skala besar maupun kecil, sementara belanja pemerintah porsinya kurang dari 20 persen dalam mendorong kekuatan ekonomi daerah.

“Kota Tangerang Selatan memiliki posisi strategis dalam ekonomi regional. Sebagai kota penyangga yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta, didukung infrastruktur yang terus berkembang serta sumber daya manusia yang baik, Tangsel menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi penting di kawasan Jabodetabek,” ujarnya.

Benyamin juga menyampaikan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tangerang Selatan menjadi yang tertinggi di Provinsi Banten dengan tingkat kemiskinan dan pengangguran yang relatif rendah.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi Tangsel dalam satu tahun terakhir mengalami perlambatan. Pada tahun 2025, laju pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang Selatan berada sedikit di bawah angka nasional dan Provinsi Banten.

Menurutnya, perlambatan terjadi akibat sektor-sektor utama penopang ekonomi mengalami penurunan, sementara daya beli masyarakat kelas menengah melemah dan lapangan kerja formal belum tumbuh optimal.

Karena itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan ke depan akan menggeser fokus kebijakan ekonomi dari sektor lama menuju penguatan sektor baru berbasis potensi daerah.

“Kekuatan Kota Tangerang Selatan berada pada sumber daya manusianya, jasa modern, dan karakter masyarakat urban. Peluang besar ada pada ekonomi kreatif, wisata belanja, kuliner, hingga sektor health tourism,” katanya.

Benyamin menambahkan, sejumlah program strategis telah dijalankan pemerintah daerah, seperti program pelatihan, sertifikasi, dan penempatan tenaga kerja, pendampingan legalitas usaha, sertifikasi halal, serta literasi digital bagi pelaku UMKM.

Selain itu, pemerintah juga terus melakukan perbaikan pelayanan perizinan agar lebih transparan dan mudah diakses masyarakat serta mendorong kolaborasi CSR untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

“Dalam konteks inilah pentingnya kolaborasi. Tantangan ekonomi Tangerang Selatan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, kampus, komunitas, media, dan masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap Kadin Kota Tangerang Selatan dapat menjadi jembatan aktif antara pemerintah daerah dan pelaku usaha, sekaligus mendorong formalisasi dan pengembangan UMKM agar mampu menciptakan lapangan kerja formal bagi masyarakat.

Pelantikan Kadin Kota Tangerang Selatan periode 2025–2030 ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat sinergi dunia usaha dan pemerintah dalam membangun ekonomi Tangsel yang inklusif, maju, dan berdaya saing.

(Rif)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.