Musrenbang Kelurahan Jombang Ciputat TA 2027: Pagu Rp4 Miliar Turun, DPRD dan Pemkot Fokus Sampah & Banjir

oleh -539 Dilihat
Oplus_0

publicindonesia.com | Ciputat – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, untuk Tahun Anggaran (TA) 2027 menetapkan pagu anggaran sebesar Rp4 miliar, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp4,3 miliar. Penurunan anggaran ini menjadi sorotan dalam forum perencanaan pembangunan yang melibatkan unsur pemerintah, legislatif, dan masyarakat.

Musrenbang yang digelar di wilayah Kelurahan Jombang tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan, anggota DPRD Tangsel Dapil Ciputat yakni Maria Theresa BSC, Emilio Raihan, dan Andaryono Wiyono SH, Camat Ciputat H. Mamat SE MM, perwakilan OPD Kota Tangsel, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, tokoh agama, kader kesehatan, unsur pendidikan, organisasi kepemudaan (OKP), serta para Ketua RT dan RW.

DPRD Tangsel Dorong Partisipasi Aktif Warga

Anggota DPRD Tangsel Maria Theresa BSC menegaskan bahwa Musrenbang merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan menjaring dan mengawal aspirasi masyarakat agar masuk dalam perencanaan pembangunan daerah.

“Saya menghimbau kepada para Ketua RW, RT, Karang Taruna, dan seluruh unsur masyarakat agar terus aktif berpartisipasi, mengawal, serta memperjuangkan usulan pembangunan dari wilayah masing-masing,” kata Maria Theresa.

Ia mengapresiasi Kelurahan Jombang yang dinilai telah menyusun usulan pembangunan secara detail dan terukur, bahkan dilengkapi dokumentasi visual berupa foto kondisi sebelum dan sesudah pembangunan (before–after).

Menurutnya, penyusunan usulan berbasis data dan visual akan meningkatkan peluang realisasi program.

“Harapannya, usulan yang disampaikan benar-benar berbasis skala prioritas, terutama yang berdampak langsung pada kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat,” ujarnya.

Terkait perbaikan infrastruktur jalan lingkungan, Maria Theresa menyarankan agar usulan disampaikan secara rinci, mulai dari lokasi hingga panjang jalan yang rusak.

“Penanganan bisa dikoordinasikan bersama, misalnya pembagian perwakilan dewan masing-masing 200 meter, sehingga seluruh ruas jalan dapat tertangani secara menyeluruh,” jelasnya.

Pilar Saga Ichsan: Bank Sampah Kunci Atasi Persoalan Sampah

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menegaskan bahwa persoalan sampah menjadi salah satu isu utama dalam pembangunan perkotaan, termasuk di wilayah Ciputat dan Pasar Jombang.

Pilar mengungkapkan bahwa sejak awal tahun 2026, Pemkot Tangsel bersama Wali Kota telah menggerakkan program bank sampah berbasis lingkungan sebagai upaya kolektif masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah.

“Berbagai kajian ilmiah hingga rekomendasi Kementerian Lingkungan Hidup menegaskan bahwa partisipasi masyarakat adalah kunci utama dalam mereduksi sampah,” ujar Pilar.

Menurutnya, keterbatasan lahan di Tangerang Selatan membuat penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pengelolaan di hilir seperti TPA Cipeucang.

“Kami terus melakukan penataan TPA Cipeucang. Rapat koordinasi dengan DPRD sudah dilakukan dan saat ini telah tersedia timetable yang jelas untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

Namun Pilar menekankan bahwa pengelolaan di hulu merupakan faktor paling menentukan.

“Masyarakat harus didorong melakukan pemilahan dan pengolahan sampah yang memiliki nilai jual agar tercipta ekonomi sirkular. Selain mengurangi sampah, ini juga menambah pendapatan warga,” tegasnya.

Ia mencontohkan sampah organik yang dapat diolah menjadi kompos, pupuk, atau produk kreatif lainnya.

Pemkot Tangsel Klaim Penanganan Banjir Terus Membaik

Selain sampah, Pilar juga menyoroti penanganan banjir di Tangerang Selatan yang terus dilakukan secara berkelanjutan, khususnya menghadapi cuaca ekstrem dan intensitas hujan yang meningkat.

Setiap tahun, Pemkot Tangsel mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur pengendalian banjir, seperti turap sungai, pompa air, long storage, tandon air, perbaikan drainase lingkungan, hingga normalisasi sungai.

“Sejak 2021 saat saya mulai menjabat, jumlah titik banjir terus menurun. Dari sekitar 35 titik, kini pada hujan besar terakhir tercatat 13 titik genangan,” ungkap Pilar.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa titik-titik tersebut tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara menyeluruh.

Pilar juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Banten memberikan apresiasi terhadap upaya Pemkot Tangsel.

“Tangerang Selatan dinilai sebagai daerah paling siap di wilayah Tangerang Raya, bahkan Provinsi Banten, dalam penanganan banjir,” pungkasnya.

Musrenbang Jadi Penentu Arah Pembangunan TA 2027

Melalui Musrenbang Kelurahan Jombang TA 2027 ini, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap seluruh usulan masyarakat dapat diselaraskan dengan keterbatasan anggaran, namun tetap tepat sasaran dan berdampak langsung bagi warga.

(*/Rif)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.