Musrenbang Kelurahan Cirendeu Prioritaskan Infrastruktur 60 Persen dan Pemberdayaan Masyarakat 40 Persen

oleh -421 Dilihat
Oplus_0

publicindonesia.com | CIPUTAT TIMUR – Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Cirendeu, Senin (19/1/2026).

Dalam Musrenbang tersebut, arah pembangunan Kelurahan Cirendeu difokuskan pada 60 persen sektor infrastruktur dan 40 persen pemberdayaan masyarakat. Prioritas ini ditujukan untuk menjawab kebutuhan dasar warga sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Musrenbang dihadiri oleh Wakil Wali Kota Tangerang Selatan H. Pilar Saga Ihsan, Camat Ciputat Timur Rastra Yudhatama, S.STP, Lurah Cirendeu Azis Firdaus, unsur Bimas dan Babinsa Cirendeu, para Ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, Kepala Puskesmas, Kepala Sekolah, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ihsan, menyampaikan bahwa Musrenbang merupakan forum penting dalam menentukan arah pembangunan daerah. Menurutnya, apabila usulan yang diajukan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daerah, maka akan sangat membantu penentuan program-program prioritas yang disesuaikan dengan kemampuan APBD Kota Tangerang Selatan.

Ia menjelaskan bahwa di wilayah Kelurahan Cirendeu terdapat banyak program yang diusulkan oleh masyarakat. Sebagian telah terlaksana, sementara sebagian lainnya masih dalam proses perbaikan dan penyelesaian. Pilar menilai program di bidang pendidikan, sekolah, dan kesehatan sejauh ini berjalan dengan baik.

“Untuk rencana tahun 2027, usulan-usulan tersebut sudah mulai dimasukkan sejak sekarang. Karena itu, forum Musrenbang RKPD hari ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat,” ujar Pilar, seraya menekankan pentingnya aspirasi terkait infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan ekonomi.

Pilar juga menyoroti persoalan lingkungan hidup, khususnya pengelolaan sampah, yang saat ini menjadi salah satu tantangan utama di Kota Tangerang Selatan. Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak bisa lagi dilakukan dengan cara lama dan harus diperkuat dengan sistem yang berkelanjutan serta kolaborasi lintas daerah dan pihak swasta.

Sementara itu, Camat Ciputat Timur Rastra Yudhatama, S.STP memberikan apresiasi kepada Kelurahan Cirendeu yang dinilainya telah memiliki Bank Sampah yang tertata dan lengkap hingga tingkat RW. Menurutnya, keberadaan Bank Sampah tersebut menjadi langkah konkret dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Rastra berharap, keberhasilan Bank Sampah di Cirendeu dapat menjadi contoh bagi kelurahan lain di wilayah Ciputat Timur dalam upaya mengurangi volume sampah serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Ia juga menambahkan bahwa partisipasi aktif masyarakat dalam Musrenbang sangat penting agar perencanaan pembangunan benar-benar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan.

Melalui Musrenbang ini, diharapkan seluruh aspirasi warga Kelurahan Cirendeu dapat terakomodasi dan menjadi dasar perencanaan pembangunan yang berkelanjutan di Kota Tangerang Selatan.

(*/Rif)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.