Kebakaran Diduga Akibat Korsleting Listrik, SDN Kedaung Tangsel Alami Kerugian Puluhan Juta Rupiah

oleh -91 Dilihat

publicindonesia.com | Tangerang Selatan – Kebakaran terjadi di SDN Kedaung, Kota Tangerang Selatan, pada Jumat (12/6/2026) pagi sekitar pukul 05.45 WIB. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik yang berasal dari area meteran listrik sekolah.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran menyebabkan kerusakan pada ruang penjaga sekolah, satu unit sepeda motor, serta sejumlah fasilitas bangunan sekolah.

Komandan Regu Pemadam Kebakaran Pos Ciputat, Cameron, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 06.00 WIB dan langsung mengerahkan personel ke lokasi.

“Untuk penanganan kebakaran ini kami mengerahkan empat unit mobil pemadam dengan total 19 personel. Api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang lebih 15 menit,” ujar Cameron.

Menurutnya, kendala saat proses pemadaman adalah akses lokasi yang cukup sempit sehingga menyulitkan mobil pemadam untuk menjangkau titik kebakaran secara maksimal.

Akibat kejadian tersebut, kerugian sementara ditaksir mencapai sekitar Rp55 juta yang meliputi kerusakan kendaraan bermotor dan sejumlah barang lainnya.

Sementara itu, Kepala SDN Kedaung, Sri Sutarmi, mengaku mengetahui adanya kebakaran setelah mendapat telepon dari warga yang melihat kobaran api dari area sekolah.

“Saya mendapat informasi dari warga dan pedagang di depan sekolah. Setelah itu kami langsung menuju lokasi dan meminta bantuan warga sekitar,” kata Sri Sutarmi.

Berdasarkan keterangan penjaga sekolah, kebakaran bermula saat terdengar suara percikan listrik sekitar pukul 05.00 WIB. Saat dilakukan pengecekan ke arah meteran listrik, api diduga sudah mulai membesar hingga memenuhi ruangan penjaga sekolah.

“Menurut penjaga sekolah, tidak ada peralatan elektronik yang sedang digunakan. Saat itu beliau hanya sedang menggunakan handphone dan tidak dalam kondisi sedang diisi daya,” jelasnya.

Sri Sutarmi menambahkan, titik utama kebakaran berada di ruang penjaga sekolah. Namun dampak asap dan panas merembet ke bagian koridor serta plafon bangunan sekolah yang menghitam akibat paparan asap.

“Kerusakan paling parah terjadi di ruang penjaga dan sepeda motor milik penjaga sekolah yang ikut terbakar. Selain itu, plafon, tembok, dan beberapa bagian bangunan lainnya terdampak asap,” ujarnya.

Pihak sekolah memperkirakan total kerugian mencapai sekitar Rp50 juta hingga Rp55 juta. Meski demikian, aktivitas pendidikan tidak terganggu secara signifikan karena sebagian besar siswa saat ini sedang menjalani masa persiapan libur sekolah.

“Hari ini hanya siswa kelas 6 yang dijadwalkan mengikuti latihan perpisahan. Sementara siswa lainnya memang belajar dari rumah karena sedang persiapan menjelang libur,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik di area meteran sekolah.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan instalasi listrik secara berkala guna mencegah terjadinya kebakaran yang dapat mengancam keselamatan dan menyebabkan kerugian material.

(*/Rif)

No More Posts Available.

No more pages to load.