Bocah 8 Tahun Tewas Terseret Arus di Pamulang Estate Pamulang

oleh -329 Dilihat

Tangerang Selatan, publicindonesia.com – Suasana duka menyelimuti kawasan Pamulang Timur setelah seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun bernama Arfan Mias Ramadhan ditemukan meninggal dunia akibat terseret arus deras di saluran air kawasan Pamulang Estate, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu (26/10/2025) sekitar pukul 15.30 WIB, saat korban bersama teman-temannya bermain hujan di sekitar saluran air yang tengah meluap akibat derasnya curah hujan.

Menurut keterangan sejumlah saksi, sandal milik korban terjatuh ke dalam selokan yang beraliran deras. Arfan kemudian mencoba mengambilnya dengan melompat ke dalam aliran air. Namun, nahas, bocah malang tersebut justru terseret arus deras dan tenggelam.

“Korban sempat terlihat terbawa arus, namun karena derasnya aliran air, anak-anak yang bersama korban tidak bisa menolong,” ungkap salah satu saksi.

Setelah menerima laporan, tim gabungan dari BPBD Kota Tangerang Selatan bersama Basarnas Jakarta, Polsek Pamulang, Satpol PP, Damkar, PMI Tangsel, Koramil Pamulang, serta sejumlah komunitas dan relawan segera melakukan pencarian. Proses penyisiran dilakukan dengan berenang dan menelusuri aliran kali sejauh sekitar 1,5 kilometer dari titik awal korban hanyut.

Upaya keras tim gabungan akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan pada Senin (27/10/2025) pukul 09.32 WIB di aliran Kali BPI sebelum tandon kecil, sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal korban terjatuh, dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah Arfan kemudian langsung dibawa ke rumah duka di Jl. Pinus RT 001 RW 022, Kelurahan Pamulang Timur.

Korban merupakan anak dari Fitriani, dan keponakan dari Muhroni, yang turut hadir di lokasi pencarian. Pihak keluarga kini tengah berduka atas kepergian Arfan yang dikenal sebagai anak ceria di lingkungan tempat tinggalnya.

Danton BPBD Kota Tangerang Selatan Dian W, menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian, termasuk Basarnas, Damkar, PMI, relawan SAR, dan warga setempat yang bahu-membahu sejak laporan pertama diterima.

“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga keluarga diberi ketabahan,” ujar perwakilan BPBD Tangsel.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap anak-anak saat bermain di sekitar saluran air atau sungai, terutama saat hujan deras dan arus meningkat.

(*/Rif)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.