Ibu Kembalikan Jam Tangan Rp11,7 Miliar Milik Ahmad Sahroni yang Dibawa Anaknya

oleh -1013 Dilihat

Jakarta, publicindonesia.com – Sebuah kisah kejujuran muncul dari Tanjung Priok, Jakarta Utara. Seorang ibu dengan tulus mengembalikan sebuah jam tangan mewah merek Richard Mille (RM) senilai Rp11,7 miliar milik Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, yang sempat dibawa pulang oleh anaknya setelah kericuhan terjadi di sekitar kediaman politisi tersebut.

Sang ibu menuturkan, peristiwa itu bermula ketika anaknya yang masih duduk di bangku SMP kelas 2, ikut menonton keramaian di sekitar rumah Sahroni usai bermain bola bersama teman-temannya. Dalam kerumunan tersebut, sempat terjadi penjarahan hingga beberapa barang berharga milik Sahroni tercecer.

“Anak saya cerita, dia hanya ikut-ikutan melihat keramaian. Di situ ada banyak orang yang mengambil barang, lalu dia menemukan sebuah jam tangan dan tasbih yang jatuh. Dia pikir itu barang biasa,” ungkap sang ibu saat diwawancarai.

Namun, kejadian berubah ketika temannya membuat konten video dan menanyakan barang apa yang ia dapatkan. Dari sanalah keberadaan jam tangan tersebut menjadi viral di media sosial.

“Saya baru tahu setelah magrib, saat tetangga bilang anak saya dapat jam. Ketika saya tanya langsung, dia mengakuinya. Setelah saya lihat di media sosial, ternyata itu jam mahal, harganya Rp11,7 miliar. Saya kaget sekali,” tuturnya.

Mengetahui hal tersebut, sang ibu langsung berkoordinasi dengan Ketua RT, RW, hingga pihak kelurahan untuk mencari solusi terbaik. Ia menegaskan bahwa keluarganya tidak berhak menyimpan barang yang bukan miliknya.

“Kami sepakat, ini harus segera dikembalikan. Saya tidak bisa tidur semalaman karena memegang barang yang bukan hak kami. Akhirnya dengan didampingi Pak Imamudin, anggota DPRD DKI yang juga sahabat Pak Sahroni, kami kembalikan jam tersebut dalam waktu 24 jam,” katanya.

Tindakan mulia ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Meski anaknya sempat ikut terbawa arus keramaian, sang ibu menekankan pentingnya kejujuran dan tanggung jawab.

“Sebagai orang tua, saya sudah melarang anak saya ikut-ikutan. Tapi namanya anak, rasa ingin tahu besar. Kami sadar ini kesalahan, tapi yang terpenting sekarang adalah kami sudah mengembalikannya dengan niat baik,” tegasnya.

Kini, jam tangan mewah milik Ahmad Sahroni telah kembali ke tangan yang berhak. Kisah ini menjadi pengingat bahwa di tengah hiruk pikuk dan godaan materi, sikap jujur serta keberanian untuk melakukan yang benar adalah hal paling berharga.


(*/Rif)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.