Warga Keluhkan Pekerjaan Long Storage, Diduga Dapat Intimidasi dari Oknum Berseragam

oleh -20 Dilihat
Oplus_0

publicindonesia.com | Tangsel — Pekerjaan pembangunan long storage di kawasan Perumahan Puri Flamboyan, Kelurahan Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan, kembali menuai keluhan warga.

Selain menilai pelaksanaan pekerjaan kurang profesional dan mengganggu aktivitas warga, sejumlah warga disebut meminta agar pekerjaan dievaluasi dan dirapikan. Namun, situasi di lapangan justru berkembang menjadi dugaan intimidasi setelah disebut adanya kedatangan sejumlah oknum berseragam.

Keterangan tersebut disampaikan oleh sekuriti dan warga yang berada di sekitar lokasi pekerjaan.

Menurut penuturan mereka, terdapat sekitar lima orang berseragam Aparat Penegak Hukum (APH) yang datang ke lokasi. Kedatangan mereka disebut berkaitan dengan adanya penolakan atau keberatan warga terhadap pelaksanaan pekerjaan.

“Yang datang itu tentara pakai seragam. Ada sekitar lima orang,” ujar salah seorang sumber di lokasi.

Sumber tersebut juga mengungkapkan adanya permintaan untuk mengetahui warga yang tidak setuju dengan pekerjaan tersebut. Bahkan, disebut ada permintaan menunjukkan KTP warga.

“Dia nanya siapa yang nggak setuju. Bahkan sempat minta KTP,” ungkap sumber tersebut.

Namun, warga mengaku tidak memberikan KTP sebagaimana yang diminta.

Warga Bukan Menolak Pembangunan, Minta Pekerjaan Dirapikan

Dari keterangan yang dihimpun, keberatan warga bukan semata-mata terhadap pembangunan long storage. Warga lebih menyoroti cara pelaksanaan pekerjaan yang dinilai mengganggu aktivitas serta kondisi pekerjaan di lapangan.

Warga meminta agar pekerjaan dihentikan sementara untuk kemudian dirapikan dan dievaluasi.

“Bukan mau macam-macam. Kita cuma minta dirapikan lagi. Jangan cuma satu alat yang dipasang, diinjak-injak juga. Hasilnya tidak rata,” tutur sumber tersebut.

Ia bahkan menggambarkan kondisi pekerjaan di lapangan sebagai tidak rapi dan dinilai mengganggu.

“Pokoknya kacau, Bang. Kita cuma minta dirapikan,” katanya.

Disebut Ada Ancaman Jika Pekerjaan Dihentikan

Situasi semakin memanas ketika muncul pembicaraan bahwa pekerjaan tidak boleh dihentikan.

Sumber menyebut terdapat pihak yang diduga berkaitan dengan kontraktor yang menyampaikan keberatan apabila pekerjaan dihentikan.

“Kalau di-stop, istilahnya bagaimana?” ujar sumber menirukan pembicaraan yang terjadi.

Warga kemudian mempertanyakan siapa sebenarnya pihak yang datang dan atas dasar apa mereka berada di lokasi.

Sumber juga menyebut adanya komunikasi melalui sambungan video dengan seseorang yang disebut berada di Papua. Namun, identitas dan kapasitas orang tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.

Lima Orang Berseragam APH Jadi Sorotan

Kehadiran lima orang yang disebut mengenakan seragam APH menjadi perhatian warga. Pasalnya, menurut keterangan sumber, kedatangan mereka terjadi ketika warga tengah mempertanyakan pelaksanaan proyek.

“Katanya dari mana, nggak ngaku. Pakai seragam. Itu ada lima orang,” ujar sumber.

Meski demikian, belum ada konfirmasi resmi mengenai identitas kelima orang tersebut, apakah benar merupakan anggota APH aktif, maupun dalam kapasitas apa mereka berada di lokasi proyek.

Karena itu, dugaan intimidasi tersebut masih berdasarkan keterangan warga dan sekuriti di lokasi dan perlu dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait.

Warga Minta Proyek Dievaluasi, Bukan Ditekan

Warga menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan berarti menolak pembangunan. Mereka meminta pekerjaan dilakukan secara profesional, aman, rapi, serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.

Warga juga mempertanyakan mengapa keberatan terhadap kualitas maupun pelaksanaan pekerjaan justru direspons dengan kedatangan sejumlah oknum berseragam.

Mereka berharap pihak pemerintah daerah dan instansi terkait turun langsung melakukan evaluasi terhadap pekerjaan tersebut, termasuk memastikan prosedur pelaksanaan proyek, keselamatan kerja, serta hubungan antara pelaksana proyek dengan masyarakat berjalan sesuai ketentuan.

Hingga berita ini disusun, pihak kontraktor/pemenang proyek serta pihak yang disebut sebagai penanggung jawab kedatangan lima orang berseragam tersebut masih perlu dimintai klarifikasi. 

(*/Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.