Wakil Wali Kota Pilar Saga Tinjau Proyek Kawasan Kumuh di Bambu Apus, Apresiasi Dari Warga

oleh -471 Dilihat

publicindonesia.com | PAMULANG, 6 November 2025 — Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, H. Pilar Saga Ichsan, meninjau langsung lokasi proyek Paket Penanganan Kawasan Kumuh di Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, pada Kamis (6/11). Dalam kunjungan tersebut, Pilar didampingi oleh jajaran Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkim), Lurah Bambu Apus, serta para Ketua RW, RT, dan tokoh masyarakat setempat.

Proyek kawasan kumuh yang tengah dikerjakan meliputi pemasangan paving block, drainase, serta lampu penerangan jalan umum (PJU). Menurut Kabid Dinas Perkim, Anung, paving block yang digunakan adalah model 3D untuk menghadirkan tampilan lingkungan yang lebih menarik. Saluran air menggunakan unit berukuran 30, sedangkan PJU yang dipasang merupakan lampu tenaga surya 40 Watt yang tidak terhubung ke jaringan listrik PLN.

“Total ada 50 unit PJU yang dipasang di area ini. Semua menggunakan sistem mandiri berbasis solar cell, sehingga lingkungan terlihat lebih rapi tanpa kabel,” jelas Anung.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mengawasi efektivitas sistem drainase di wilayah tersebut. Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antarinstansi untuk memastikan aliran air berjalan lancar.

“Kami akan melakukan pengecekan ulang saluran pembuangan saat musim hujan besar dan berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga untuk normalisasi Kali Utama, agar aliran air dari drainase lingkungan dapat tersalurkan dengan baik,” ujar Pilar.

Ia menambahkan, proyek kawasan kumuh ini ditargetkan rampung awal Desember, meski tenggat resmi hingga akhir tahun 2025. Luasan pekerjaan mencapai sekitar 2.500 meter persegi, mencakup pemasangan 40 titik lampu PJU solarcell di wilayah RW 1.

Lebih lanjut, Pilar memaparkan bahwa Pemkot Tangsel telah menangani sekitar 200 RW dalam program penanganan kawasan kumuh, dengan lebih dari 2.800 rumah telah direnovasi melalui program bedah rumah. Selain itu, program juga meliputi pembangunan drainase, box culvert, paving block, sumur resapan, long storage, hingga program “Tangsel Terang” untuk memperluas jaringan PJU.

Wakil Wali Kota juga mengingatkan pentingnya peran lurah dalam menyelesaikan persoalan sosial di masyarakat, khususnya terkait perselisihan saluran air antara warga perkampungan dan perumahan.

“Saluran air itu milik bersama. Jangan sampai ada sekat sosial. Kita harus saling bantu untuk mencegah banjir, dan penyelesaian masalah harus dilakukan di tingkat warga bersama lurah dan camat,” tegasnya.

Meski proyek tersebut disambut positif, sejumlah warga masih menyampaikan keluhan terkait hasil pekerjaan. Beberapa warga menilai paving block yang dipasang terasa goyang, dan saluran air belum berfungsi maksimal hingga menyebabkan genangan saat hujan.

Namun demikian, warga tetap mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas lingkungan mereka.

“Kami berterima kasih karena jalan sekarang lebih bagus dan terang di malam hari. Tapi kami berharap hasil pekerjaannya bisa lebih rapi dan tahan lama,” ujar salah satu warga RW 1.

Dengan adanya kunjungan langsung dari Wakil Wali Kota, masyarakat berharap evaluasi segera dilakukan agar proyek ini benar-benar memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi warga Bambu Apus.


(Rif)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.