publicindonesia.com | TANGERANG SELATAN – Kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan meningkatnya ancaman banjir di wilayah Tangerang Selatan mendorong Forum Potensi Tangsel bersama Forum Peduli Sungai Ciputat akan menggelar kegiatan Susur Sungai Ciputat pada 31 Mei 2026.
Kegiatan lingkungan ini akan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari lembaga, NGO, komunitas lingkungan, hingga mahasiswa pecinta alam (Mapala) yang bergerak bersama membangun sinergi dalam menjaga ekosistem sungai.
Koordinator Forum Potensi Tangsel sekaligus inisiator kegiatan, Dudi Iskandar, mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang turut terlibat dalam aksi tersebut. Menurutnya, gerakan bersama ini menjadi bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap kondisi Sungai Ciputat yang kerap menjadi perhatian akibat banjir di sejumlah wilayah.
“Kolaborasi ini menjadi langkah awal untuk membangun kepedulian dan sinergi masyarakat terhadap lingkungan, khususnya Sungai Ciputat yang melintasi beberapa kawasan padat penduduk di Tangerang Selatan,” ujar Dudi.
Dalam pelaksanaannya, para relawan bersama masyarakat akan melakukan monitoring dan pengecekan langsung kondisi Sungai Ciputat yang melintasi tiga kecamatan, yakni Pamulang, Ciputat, dan Ciputat Timur.
Tidak hanya menyusuri aliran sungai, tim juga akan melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan banjir, potensi longsor, penyempitan aliran, hingga berbagai faktor yang diduga menjadi penyebab meningkatnya banjir di kawasan sekitar bantaran sungai.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Forum Peduli Sungai Ciputat, Ahmad Mutaqin, menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya memahami persoalan banjir yang selama ini terjadi.
Sebagai warga yang tinggal di kawasan terdampak sekaligus merasakan langsung dampak kejadian di bantaran Sungai Ciputat, Ahmad menilai perhatian serius terhadap kondisi sungai saat ini sangat diperlukan.
“Banjir semakin masif terjadi di berbagai wilayah Tangerang Selatan, terutama yang berada di sepanjang aliran Sungai Ciputat. Karena itu kami merasa perlu adanya dukungan dan perhatian mendalam terhadap kondisi sungai,” katanya.
Melalui kegiatan Susur Sungai Ciputat 2026, masyarakat dan relawan diharapkan dapat mengetahui secara langsung kondisi lapangan sekaligus memahami berbagai faktor penyebab banjir tanpa harus saling menyalahkan.
Aksi lingkungan ini juga diharapkan menjadi bahan masukan bagi seluruh pihak dalam menyusun langkah penanganan banjir dan pelestarian sungai secara berkelanjutan di Tangerang Selatan.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, Susur Sungai Ciputat menjadi simbol kepedulian masyarakat dalam menjaga sungai sebagai sumber kehidupan sekaligus benteng menghadapi ancaman banjir dan kerusakan lingkungan.
(*/Rif)







