publicindonesia.com | Tangerang – Kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang sopir bernama Juli di ruas Tol Tangerang–Merak kilometer 44 pada Kamis (23/4/2026) menuai kecaman keras dari Asosiasi Pengemudi Seluruh Indonesia (APSI). Organisasi tersebut memastikan akan mengawal kasus ini hingga tuntas demi keadilan bagi para pengemudi.
Presiden APSI menyampaikan bahwa korban, Bapak Juli, telah mendatangi kantor sekretariat APSI pada Jumat (24/4/2026) untuk melaporkan kejadian yang dialaminya. Dalam kesempatan itu, APSI resmi menyatakan diri sebagai kuasa hukum korban.
“Peristiwa ini tidak boleh terjadi terhadap para sopir di Indonesia. Ini sangat menyakitkan dan melukai rasa keadilan para pekerja transportasi darat,” tegas Presiden APSI dalam pernyataannya.
Menurut keterangan, insiden bermula saat korban berhenti di pinggir jalan tol untuk mendinginkan kendaraan dan ban guna mencegah potensi kecelakaan. Namun, tindakan tersebut justru berujung pada dugaan aksi kekerasan oleh oknum petugas di lapangan.
“Beliau hanya mendinginkan mobil, bukan melakukan tindak kriminal. Bukan pencuri, bukan pelaku kejahatan. Justru tindakan itu demi keselamatan di jalan,” lanjutnya.
APSI menilai tindakan yang diduga dilakukan oleh oknum petugas tersebut sebagai bentuk arogansi yang tidak dapat ditoleransi. Mereka menegaskan akan mengusut kasus ini secara serius hingga pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Kami mengutuk keras tindakan tersebut. Darah kami mendidih. Ini menjadi perhatian serius dan kami tidak akan tinggal diam,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan APSI wilayah Banten, Dede Jainuddin, turut menyatakan sikap tegas. Ia menilai peristiwa ini harus menjadi pelajaran bagi seluruh pihak, khususnya dalam menjamin keamanan dan perlindungan terhadap pengemudi di jalan.
“Kami di Banten siap berjuang bersama untuk mengawal kasus ini. Ini bukan hanya soal satu orang, tapi menyangkut martabat seluruh pengemudi di Indonesia,” kata Dede.
APSI juga mengimbau kepada seluruh pengemudi untuk tetap waspada serta mengedepankan keselamatan saat berkendara. Di sisi lain, mereka mendesak pihak berwenang untuk segera melakukan investigasi menyeluruh dan transparan atas dugaan pengeroyokan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola tol maupun aparat terkait mengenai insiden tersebut.
(“/Rif)







