Sodetan Kali di Pondok Cabe Ilir Tertutup Longsoran Proyek Perumahan, Belasan Unggas Warga Mati

oleh -49 Dilihat

publicindonesia.com | Tangerang Selatan – Sodetan kali di wilayah perbatasan Kecamatan Ciputat dan Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Kota Tangerang Selatan, tertutup material tanah akibat longsoran dari proyek pembangunan perumahan di Jalan Cimandiri Raya, Talas, Pondok Cabe Ilir.

Longsoran terjadi setelah tanah yang sedang dikelola dalam area proyek mengalami longsor saat hujan. Kondisi tersebut diduga diperparah oleh posisi timbunan tanah yang cukup tinggi dan belum dilengkapi pembatas atau pengamanan yang memadai untuk mencegah material masuk ke area sekitar.

Material longsoran tidak hanya menutup aliran sodetan kali, tetapi juga mencapai area kandang unggas milik warga yang berada di seberang lokasi proyek.

Akibat kejadian tersebut, belasan unggas milik warga dilaporkan mati tertimpa material tanah. Selain itu, kolam ikan warga juga ikut terdampak akibat masuknya urugan tanah dari area proyek.

Warga mengaku mengalami kerugian akibat kejadian tersebut. Mereka kemudian mendatangi pihak pimpinan proyek untuk meminta pertanggungjawaban atas dampak yang ditimbulkan.

Namun, pembicaraan antara warga dan pihak proyek belum menghasilkan kesepakatan. Warga menilai nilai penggantian yang ditawarkan belum sebanding dengan kerugian yang mereka alami sehingga akhirnya ditolak.

Selain persoalan kerugian, warga juga mempertanyakan aspek perizinan dan pengelolaan lingkungan pada proyek pembangunan tersebut.

Warga meminta pemerintah daerah dan dinas terkait turun tangan untuk memastikan seluruh ketentuan perizinan pembangunan, pengelolaan tanah, drainase, serta aspek lingkungan telah dipenuhi oleh pengembang.

Pertanyaan warga terutama berkaitan dengan bagaimana proyek tersebut mengantisipasi dampak terhadap sodetan kali dan lingkungan di sekitar lokasi pembangunan.

Warga berharap persoalan tersebut segera mendapatkan penanganan agar material tanah tidak kembali masuk ke sodetan dan menyebabkan terganggunya fungsi aliran air, terlebih saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

Mereka juga meminta adanya penyelesaian yang adil atas kerugian warga, termasuk kematian belasan unggas dan dampak terhadap kolam ikan.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pengembang maupun instansi terkait mengenai perizinan proyek, langkah penanganan longsoran, serta bentuk pertanggungjawaban atas kerugian warga.

(*/Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.