Kegiatan tersebut diikuti berbagai unsur masyarakat, mulai dari Ketua RT, Ketua RW, organisasi kepemudaan (OKP), PKK hingga unsur kemasyarakatan lainnya. Hadir sebagai pemateri perwakilan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan.
Kegiatan mengusung semangat “Menuju Ciputat Timur yang Tangguh”, dengan penekanan pada pentingnya kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Ciputat Timur menyampaikan bahwa perkembangan kawasan perkotaan yang diikuti meningkatnya kepadatan penduduk membutuhkan tata kelola pemerintahan, pembangunan infrastruktur dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang dilakukan secara bersama-sama.
Menurutnya, pemerintah kelurahan maupun kecamatan tidak dapat menjalankan seluruh tugas secara sendiri. Peran masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun wilayah yang tangguh dan responsif terhadap berbagai persoalan, termasuk kondisi darurat.
“Untuk membangun sebuah wilayah diperlukan kolaborasi antara pemerintah, stakeholder dan masyarakat yang ada di wilayah kecamatan maupun kelurahan,” demikian disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Asda 1 Drs. Chaerudin, M.Si mengatakan Ciputat Timur merupakan salah satu kawasan dengan tingkat kepadatan penduduk yang relatif tinggi di Kota Tangerang Selatan. Kondisi tersebut membawa dinamika tersendiri, termasuk adanya potensi kerawanan bencana.
Potensi tersebut antara lain kebakaran di kawasan permukiman maupun bencana yang berkaitan dengan kondisi cuaca dan musim hujan.
Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi sangat penting karena warga dan unsur lingkungan merupakan pihak yang berada paling dekat dengan lokasi ketika terjadi keadaan darurat.
“Pemerintah tidak dapat bekerja sendirian. Sistem penanggulangan bencana yang efektif harus berbasis masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, unsur RT, RW, PKK, Karang Taruna, LPM, Posyandu, KNPI, Pramuka serta organisasi dan lembaga kemasyarakatan lainnya memiliki peran strategis dalam membantu penanganan awal ketika terjadi bencana.
Masyarakat, kata dia, sering kali menjadi pihak pertama yang melihat kejadian, memberikan respons awal dan melakukan koordinasi di lapangan sebelum tim teknis dari pemerintah tiba di lokasi.
Karena itu, penguatan kapasitas masyarakat dinilai penting agar warga tidak hanya mengetahui potensi bencana, tetapi juga memahami langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.
“Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi peningkatan kapasitas seluruh unsur lembaga kemasyarakatan sehingga memiliki pemahaman mendasar mengenai edukasi kebencanaan dan langkah-langkah mitigasi awal,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya masyarakat memahami mekanisme penanganan bencana, termasuk jalur komunikasi dan koordinasi dengan BPBD maupun unsur terkait lainnya.
Dengan pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan dapat melakukan tindakan awal secara tepat, sekaligus membantu mempercepat penyampaian informasi kepada petugas ketika terjadi kebakaran, banjir maupun kondisi darurat lainnya.
Kegiatan di Aula Kecamatan Ciputat Timur ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, RT-RW, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat diharapkan dapat membangun Ciputat Timur yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai risiko bencana.
Dengan kesiapsiagaan yang dibangun dari tingkat lingkungan, penanganan bencana diharapkan dapat dilakukan lebih cepat, terkoordinasi dan tepat sasaran.
(*/Red)
Views: 352