RW, RT hingga 6 Anggota DPRD Ciputat Timur Absen di Gebyar Tradisi Budaya Betawi Rempoa, Jadi Sorotan Warga

oleh -20 Dilihat
oplus_2

publicindonesia.com | TANGERANG SELATAN – Pelaksanaan acara Gebyar Tradisi Budaya Betawi yang digelar di Lapangan Gintung, Kelurahan Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Sabtu (9/5/2026), menuai sorotan warga. Pasalnya, sejumlah unsur wilayah mulai dari RW, RT hingga enam anggota DPRD dari daerah pemilihan Ciputat Timur dikabarkan tidak hadir dalam kegiatan budaya tersebut.

Kegiatan yang diinisiasi sebagai bagian dari pelestarian budaya Betawi itu sejatinya diharapkan menjadi ajang kebersamaan masyarakat serta hiburan rakyat. Terlebih, acara tersebut turut dihadiri langsung oleh Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie bersama sejumlah unsur pemerintahan dan pegiat budaya.

Namun suasana yang diharapkan ramai oleh partisipasi warga dan tokoh wilayah justru dinilai janggal oleh sebagian masyarakat. Ketidakhadiran para ketua lingkungan dan wakil rakyat dari wilayah Ciputat Timur memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

“Harusnya acara budaya seperti ini menjadi momentum kebersamaan warga dan pemerintah. Apalagi yang hadir Wali Kota Tangsel. Tapi kenyataannya banyak unsur wilayah yang justru tidak terlihat hadir,” ujar salah satu warga sekitar lokasi kegiatan.

Sorotan juga muncul lantaran kegiatan budaya Betawi selama ini kerap digaungkan sebagai bagian dari identitas lokal Kota Tangerang Selatan. Kehadiran tokoh masyarakat, pengurus lingkungan hingga anggota dewan dinilai penting sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya daerah.

Saat dikonfirmasi terkait minimnya keterlibatan unsur wilayah dalam kegiatan tersebut, Lurah Rempoa Hendra Pratama memberikan penjelasan singkat.

“Kegiatan ini hanya ketempatan saja,” ujar Hendra saat dikonfirmasi.

Sementara itu, salah satu Ketua RW di wilayah Rempoa turut memberikan pandangannya terkait dinamika yang terjadi di balik minimnya kehadiran unsur lingkungan pada acara tersebut.

Menurutnya, masyarakat akar rumput sering kali tidak hanya ingin diberi informasi, tetapi juga ingin dihargai keberadaannya dalam setiap kegiatan yang melibatkan wilayah mereka.

“Ketua RW dan RT bukan sekadar struktur administratif lingkungan, melainkan simbol sosial yang menjaga hubungan antarwarga, stabilitas wilayah, dan keharmonisan komunitas. Ketika mereka merasa diabaikan, maka resistensi yang muncul sesungguhnya bukan semata-mata penolakan terhadap acara, tetapi reaksi terhadap cara pendekatan yang dianggap kurang beretika,” ujarnya.

Ia juga menilai, di sisi lain terdapat dilema yang dirasakan sebagian pengurus lingkungan. Pasalnya, acara tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Tangerang Selatan sehingga memiliki dimensi simbolik dan politis bagi pemerintah setempat.

“Sebagian Ketua RW dan RT tetap bersimpati kepada Lurah. Kehadiran Wali Kota menjadikan acara ini membawa nama pemerintah wilayah. Dalam konteks birokrasi lokal, kegagalan acara besar tentu bisa memengaruhi citra aparatur setempat,” katanya.

Karena itu, menurutnya muncul situasi yang cukup dilematis antara menjaga solidaritas internal paguyuban lingkungan dengan menjaga hubungan baik bersama pihak kelurahan.

Lebih lanjut, keputusan sebagian paguyuban RW dan RT untuk tidak menghadiri atau berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dinilai sebagai bentuk sikap yang tetap terukur.

“Keputusan paguyuban untuk tidak menghadiri atau berpartisipasi dapat dibaca sebagai bentuk protes yang elegan dan relatif terukur,” tambahnya.

Di sisi lain, warga berharap kegiatan budaya yang menggunakan fasilitas publik dan menghadirkan pejabat daerah dapat melibatkan masyarakat sekitar secara lebih luas agar tujuan pelestarian budaya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.

Gebyar Tradisi Budaya Betawi sendiri diketahui menjadi bagian dari agenda budaya yang menampilkan berbagai pertunjukan khas Betawi, mulai dari seni musik, kuliner tradisional hingga hiburan rakyat. Acara tersebut berlangsung selama dua hari dan dihadiri sejumlah komunitas budaya Betawi di Tangerang Selatan.

(*/Rif)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.