Penyembelihan dan Penyaluran Hewan Qurban 1447 H RW 009 Pisangan Barat Berjalan Lancar, 12 Sapi dan 22 Kambing Dibagikan untuk Warga dan Anak Yatim

oleh -294 Dilihat

publicindonesia.com | Cirendeu – Kegiatan penyembelihan dan penyaluran hewan qurban 1447 Hijriah di lingkungan RW 009 Pisangan Barat, Cireundeu, berlangsung lancar dan penuh semangat kebersamaan, Rabu (27/5/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Al-Mujahidin ini melibatkan masyarakat, remaja masjid, ibu-ibu hingga yayasan sosial dalam pelaksanaan qurban.

Penyelenggaraan qurban dipimpin oleh Ketua DKM Masjid Al-Mujahidin Ahmad Zainudin bersama Ketua RW 009 H. Rodjali Firda serta didukung panitia dan warga setempat.

Ketua RW 009 H. Rodjali Firda menyampaikan bahwa menjaga dan menyatukan kebersamaan masyarakat bukanlah hal mudah. Namun dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, kegiatan qurban tahun ini dapat berjalan aman dan tertib.

“Tidak mudah menyatukan kebersamaan. Kami bisa melakukan kegiatan bersama dengan lancar berkat support dan dukungan semua pihak, sehingga kekompakan dalam kegiatan berqurban berjalan lancar dan aman,” ujar H. Rodjali Firda.

Tahun ini, jumlah hewan qurban di RW 009 mengalami peningkatan dengan total 12 ekor sapi dan 22 ekor kambing. Proses distribusi daging mulai dilakukan sekitar pukul 13.00 hingga 14.00 WIB kepada warga penerima manfaat.

Ketua DKM Masjid Al-Mujahidin Ahmad Zainudin menjelaskan bahwa pelaksanaan qurban tidak hanya berfokus pada penyembelihan hewan, tetapi juga menjadi momentum pemberdayaan sosial dan pembinaan masyarakat.

Menurutnya, DKM Masjid Al-Mujahidin bekerja sama dengan Yayasan Cinta Yatim yang embrionya lahir dari aktivitas kemasyarakatan masjid dan memiliki perhatian khusus terhadap anak-anak yatim.

“Karena kami lahir dari masyarakat dan dari masjid, maka kegiatan kami juga untuk masyarakat, khususnya memberikan perhatian kepada anak-anak yatim,” jelas Ahmad Zainudin.

Dalam rangkaian Idul Adha, DKM sebelumnya juga mengadakan lomba takbir untuk anak-anak, termasuk santri TPA Al-Mujahidin, anak yatim, serta anak-anak di lingkungan masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap malam Hari Raya sebagai bagian dari pembinaan generasi muda.

Tak hanya menerima santunan, anak-anak yatim binaan yayasan juga memperoleh kupon qurban yang ditukar pada hari pelaksanaan. Mereka menerima daging qurban berupa sapi dan kambing, sekaligus mendapatkan bantuan dana hasil penjualan kulit hewan qurban.

“Panitia tidak mengambil dari bagian qurban. Kulit dijual dan hasilnya diberikan untuk anak-anak yatim,” ungkapnya.

Selain itu, anak-anak yatim juga memperoleh makanan matang bergizi dari program masakan bersama. Kebetulan pada hari yang sama terdapat jamaah yang melaksanakan akikah tiga ekor kambing, dimana sebagian dimasak untuk konsumsi anak-anak binaan dan panitia.

Untuk distribusi masyarakat, panitia menyiapkan sekitar 700 kupon bagi warga, sementara sekitar 130 kupon diperuntukkan bagi panitia serta tambahan bagi anak-anak binaan yayasan.

Yang menarik, pelaksanaan qurban di Masjid Al-Mujahidin tidak menggunakan pola jasa jagal berbayar. Seluruh proses dilakukan dengan semangat gotong royong masyarakat.

“Kami tidak memakai pola tukang jagal berbayar. Semua gotong royong. Siapa saja masyarakat yang ingin membantu dipersilakan terlibat,” kata Ahmad Zainudin.

Semangat gotong royong tersebut melibatkan sekitar 130 panitia, termasuk puluhan remaja masjid putra dan putri yang aktif membantu sejak proses penyembelihan hingga distribusi.

Menurut Ahmad Zainudin, keterlibatan remaja masjid menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi penerus yang peduli terhadap kegiatan sosial dan keagamaan.

“Anak muda harus dilibatkan karena mereka generasi berikutnya. Alhamdulillah remaja masjid putra-putri sangat aktif membantu,” tambahnya.

Pelaksanaan qurban juga melibatkan koordinasi dengan aparatur pemerintahan serta partisipasi luas masyarakat, termasuk para ibu-ibu yang membantu proses memasak.

Melalui kegiatan ini, DKM Masjid Al-Mujahidin dan RW 009 Pisangan Barat berharap semangat qurban tidak hanya dimaknai sebagai ibadah penyembelihan hewan, namun juga menjadi sarana memperkuat solidaritas, kepedulian sosial dan kebersamaan antar warga.

(*/Rif)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.