Pasar Serpong Sosialisasikan Harga Bahan Pokok Selama Ramadhan 2026, Pastikan Stabil Sesuai Aturan Ketahanan Pangan

oleh -525 Dilihat

publicindonesia.com | TANGERANG SELATAN – Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, pengelola Pasar Serpong melakukan sosialisasi harga bahan pokok kepada para pedagang dan masyarakat, Rabu (25/2/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan harga tetap stabil dan sesuai dengan aturan ketahanan pangan yang berlaku di Kota Tangerang Selatan.

Pengelola Perseroda PITS melalui manajemen Pasar Serpong menegaskan komitmennya dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok selama Ramadhan.

Jefri selaku pengelola Pasar Serpong mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan dan pengawasan harga secara ketat. Hal tersebut merupakan hasil keputusan rapat bersama Polres Tangerang Selatan dan para kepala pasar, khususnya dalam rangka penguatan ketahanan pangan di wilayah Kota Tangerang Selatan.

“Untuk harga kami terus pantau dan awasi dengan ketat, karena memang sudah menjadi keputusan bersama hasil rapat dengan Polres Tangsel dan kepala pasar terkait ketahanan pangan,” ujar Jefri.

Harga Bahan Pokok Cenderung Stabil
Sejumlah bahan pokok di Pasar Serpong dilaporkan dalam kondisi stabil menjelang Ramadhan. Stabilitas ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang mulai mempersiapkan kebutuhan selama bulan puasa.

Adapun komoditas utama seperti beras, minyak goreng, gula, telur, dan daging masih berada dalam kisaran harga normal. Pengawasan dilakukan untuk mencegah lonjakan harga yang tidak wajar serta praktik penimbunan barang.

Menurut Jefri, sinergi antara pengelola pasar, aparat kepolisian, dan dinas terkait menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan distribusi dan harga bahan pokok.

Komitmen Pelayanan Terbaik untuk Masyarakat

Selain pengawasan harga, pengelola pasar juga berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat agar tetap nyaman berbelanja selama Ramadhan.

“Kami berupaya terus memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, khususnya selama Bulan Suci Ramadhan,” tambahnya.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para pedagang tetap mematuhi aturan harga yang telah disepakati dan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap lonjakan harga yang berlebihan.

Pemerintah dan pengelola pasar juga mengimbau masyarakat untuk tetap berbelanja secara bijak serta tidak melakukan panic buying, agar stabilitas pasokan dan harga tetap terjaga hingga Hari Raya Idul Fitri.

(*/Rif)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.