publicindonesia.com | Serpong — Kondisi Pasar Serpong menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau H-3 Lebaran dipadati warga sejak pagi hari. Lonjakan pengunjung terlihat signifikan, baik yang berburu kebutuhan sandang seperti baju Lebaran, maupun bahan pangan untuk persiapan hari raya.
Aktivitas jual beli di pasar tradisional ini meningkat tajam seiring mendekatnya Lebaran. Sejumlah komoditas pangan pun mengalami kenaikan harga, terutama daging sapi, ayam potong, hingga sayur-mayur yang biasa digunakan sebagai pelengkap hidangan khas Lebaran seperti ketupat.
Ujang, salah satu pedagang sayuran di Pasar Serpong, mengungkapkan bahwa permintaan meningkat drastis pada jenis sayuran tertentu.
“Warga banyak mencari sayuran untuk kebutuhan ketupat seperti trubuk, pete, kacang panjang, dan pepaya muda. Untuk harga sendiri naik sekitar 30 persen,” ujarnya.
Tidak hanya sektor pangan, lonjakan pembeli juga terjadi di toko emas. Sejumlah warga terlihat memadati gerai perhiasan untuk membeli gelang dan cincin sebagai bagian dari tradisi menyambut hari raya. Saat ini, harga emas tercatat mencapai Rp2,8 juta per gram untuk emas 24.
Sementara itu, Jefri selaku pengelola Pasar Serpong memastikan bahwa kondisi harga secara umum masih terkendali. Menurutnya, kenaikan hanya terjadi pada beberapa komoditas tertentu dan masih dalam batas wajar.
“Untuk harga masih mengacu pada ketahanan pangan dan harga eceran tertinggi. Kenaikan hanya terjadi di beberapa kebutuhan pokok saja. Stok sembako sejauh ini juga dalam kondisi aman,” jelasnya.
Dengan meningkatnya aktivitas masyarakat di Pasar Serpong, diimbau kepada pengunjung untuk tetap berhati-hati dan menjaga kenyamanan saat berbelanja, mengingat tingginya kepadatan di area pasar menjelang puncak arus belanja Lebaran.
(*/Rif)








