Mitigasi Sampah Ciputat Timur, Camat dan DLH Ambil Langkah Darurat Pasca Penutupan Akses TPA Cipeucang

oleh -739 Dilihat

publicindonesia.com | Tangerang Selatan, Minggu 14 Desember 2025 — Pemerintah Kecamatan Ciputat Timur bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangerang Selatan melakukan langkah mitigasi darurat menyusul krisis sampah yang terjadi pasca penutupan akses masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang.

 

Penutupan akses tersebut merupakan hasil kesepakatan antara warga Kampung Cipeucang dengan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (Sekdis LH) Tangsel yang ditandatangani sepekan lalu. Keputusan ini diambil lantaran kondisi TPA Cipeucang yang telah melebihi kapasitas (overload), bahkan meluas hingga memasuki lahan milik warga. Dampaknya, pencemaran air tanah semakin parah dan merusak habitat lingkungan sekitar.

 

Imbas dari penutupan akses TPA tersebut, kendaraan pengangkut sampah jenis Amrol tidak dapat beroperasi. Akibatnya, sampah dari berbagai wilayah kecamatan di Kota Tangerang Selatan tidak terangkut dan menumpuk di Tempat Penampungan Sementara (TPS). Kondisi ini diperparah dengan masih adanya warga yang membuang sampah ke bahu jalan, sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan serta bau menyengat yang mengganggu aktivitas masyarakat.

 

Merespons kondisi tersebut, Camat Ciputat Timur, Rastra Yudhatama, S.STP, didampingi Tim DLH Kecamatan, turun langsung melakukan mitigasi di lapangan untuk mencari solusi sementara penanganan sampah yang menumpuk di sepanjang jalan raya.

 

Melalui komunikasi dan koordinasi yang intens dengan warga, disepakati langkah darurat berupa penataan dan pengakomodiran sampah di lahan kosong di samping Makam Gintung Cirendeu, tepatnya di wilayah RW 09. Pemerintah menegaskan bahwa lokasi tersebut bukan sebagai tempat pembuangan sampah, melainkan hanya sebagai penempatan sementara hingga armada Amrol kembali beroperasi dan dapat mengangkut sampah ke TPA.

 

Salah satu warga, Edwin, menyampaikan harapannya agar solusi sementara ini dapat mencegah penumpukan sampah yang lebih parah.

“Yang penting sampah bisa tertata dulu, tidak berserakan dan tidak menimbulkan bau. Kami berharap ini benar-benar sementara sampai ada solusi permanen,” ujarnya.

 

Warga berharap Pemerintah Kota Tangerang Selatan segera mengambil langkah konkret dan berkelanjutan dalam penanganan krisis sampah, agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan lingkungan tetap terjaga.

(*/Rif)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.