Ben Center Luncurkan Program “Tuang Jadi Uang”: Sehat Badan, Sehat Lingkungan, Dorong Bisnis Sirkular Berkelanjutan

oleh -786 Dilihat
oplus_2

Tangerang Selatan, publicindonesia.com — Upaya menjaga kesehatan masyarakat sekaligus melestarikan lingkungan kembali ditunjukkan oleh Ben Center melalui program inovatif bertajuk “Tuang Jadi Uang”. Program ini resmi diluncurkan pada Selasa (30/9) di Aula Kelurahan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, dengan mengusung konsep pengurangan sampah organik, bimbingan teknis singkat (Bimtek) mandiri, dan bisnis sirkular berkelanjutan.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan berbagai elemen, mulai dari Ben Center, PT Nooveleum sebagai pemberi materi Bimtek, staf khusus Wali Kota, perwakilan OPD, Lurah Pondok Aren, Karang Taruna, hingga tokoh masyarakat. Kehadiran mereka menjadi wujud dukungan nyata terhadap gerakan ramah lingkungan yang juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Edukasi Bahaya Minyak Jelantah

Dalam kesempatan tersebut, PT Nooveleum memberikan Bimtek singkat mengenai bahaya minyak jelantah bagi kesehatan serta dampaknya terhadap lingkungan. Hasil survei menunjukkan minyak jelantah banyak digunakan oleh pedagang, terutama di sekitar sekolah, untuk menggoreng makanan berulang kali hingga berwarna hitam. Padahal, praktik ini berisiko memicu penyakit serius, termasuk kanker.

PT Nooveleum yang bergerak di bidang pengolahan limbah minyak jelantah menjadi biodiesel menawarkan solusi nyata: mengubah limbah berbahaya menjadi energi terbarukan yang bernilai ekonomis.

Sambutan dan Pengukuhan Relawan

Koordinator Ben Center, Eko Supriyadi, menegaskan bahwa langkah kecil yang dimulai hari ini merupakan kontribusi nyata dalam menjaga kesehatan dan lingkungan, sekaligus membuka peluang kerja mandiri.
“Kami mungkin berhadapan dengan pemain lama dengan semangat berbeda, tetapi niat kami tulus untuk kembali kepada alam. Minyak jelantah bukan hanya sampah, melainkan peluang ekonomi yang bermanfaat,” ujarnya.

Sebagai simbol peluncuran program, dilakukan pengukuhan relawan minyak jelantah “Tuang Jadi Uang” sekaligus penyerahan atribut berupa jerigen minyak, rompi, dan stiker program. Bahkan, secara simbolis satu botol minyak jelantah diserahkan kepada peserta sebagai tanda dimulainya gerakan ini.

Dukungan Pemerintah Daerah

Meski berhalangan hadir, Wali Kota Tangerang Selatan menitipkan pesan melalui perwakilannya bahwa program ini mendapat dukungan penuh Pemkot Tangsel. Kehadiran tiga staf khusus — yakni Eko (ketenagakerjaan), Hamdari (bidang dasar dan keagamaan), serta Imam Darmadi (seni, industri, dan perdagangan) — menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mendampingi gerakan ini.

Imam Darmadi menegaskan, “Ini bukan sekadar acara seremonial. Program ini nyata memberikan solusi: mengurangi pengangguran, menciptakan peluang usaha, dan menjaga lingkungan. Inilah contoh bisnis sirkular yang bisa menjadi warisan untuk generasi mendatang.”

Menuju Ekonomi Sirkular

Gerakan “Tuang Jadi Uang” diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk tidak lagi membuang minyak jelantah sembarangan, melainkan mengelolanya agar bernilai ekonomi. Selain mengurangi dampak pencemaran lingkungan, program ini juga membuka jalan bagi ekonomi sirkular berkelanjutan di tingkat lokal.

Acara ditutup dengan doa bersama, sambutan hangat kepada seluruh pihak yang hadir, serta komitmen bersama untuk terus menjaga semangat kecil menuju perubahan besar.

(*/Rif)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.