Mediasi 3 Pilar Redam Konflik Ojol dan Opang di Stasiun Pondok Ranji

oleh -802 Dilihat
oplus_2

Tangerang Selatan, publicindonesia.com – Peristiwa cekcok antara driver ojek pangkalan (opang) dan driver ojek online (ojol) yang terjadi beberapa hari lalu di area pintu keluar Stasiun KAI Pondok Ranji, Ciputat Timur, berakhir damai setelah dilakukan mediasi oleh unsur 3 Pilar bersama perwakilan para pihak. (19/07/2025)

Mediasi yang digelar di Stasiun Pondok Ranji tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq, SH, MH, didampingi Wadanramil Ciputat Kapten Kav Sarwadi, Kepala Stasiun Pondok Ranji Suhendar, serta Lurah Pondok Ranji H Midih, S.Ag. Turut hadir Kanit Reskrim, Kanit Bhabinkamtibmas, Kapospol Pondok Ranji, perwakilan sopir angkot, opang, dan ojol.

Dalam forum tersebut, masing-masing pihak menyampaikan masukan dan usulan. Ferdiansyah, perwakilan opang, mengingatkan bahwa sejak awal hadirnya ojol pernah terjadi kekisruhan serupa. Namun kala itu berhasil diselesaikan dengan kesepakatan adanya titik khusus penjemputan ojol agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial. Ia mengusulkan agar pola serupa kembali ditegakkan.

Kapolsek Ciputat Timur dalam arahannya menegaskan, hasil mediasi disepakati dalam tiga poin utama:

  1. Tidak ada lagi perebutan penumpang KRL di depan stasiun Pondok Ranji.
  2. Sosialisasi kepada pengguna KRL tentang titik resmi penggunaan jasa transportasi (opang, ojol, dan angkot).
  3. Pembagian lokasi penjemputan, yaitu: opang di area pintu masuk halaman stasiun, ojol di depan showroom Honda dan Alfamidi, serta angkot berdampingan dengan ojol di depan Alfamidi.

“Jika di kemudian hari ada yang melanggar kesepakatan ini, maka kami tidak akan ragu mengambil tindakan tegas,” tegas Kompol Bambang Askar Sodiq.

Sementara itu, Kepala Stasiun Pondok Ranji, Suhendar, berharap semua pihak bisa menjaga ketertiban. Ia menambahkan bahwa jadwal KRL yang cukup padat dengan selang waktu sekitar 10 menit menuntut lingkungan stasiun tetap kondusif agar penumpang merasa aman dan nyaman.

Himbauan juga disampaikan Lurah Pondok Ranji H Midih, S.Ag, kepada seluruh driver ojol, opang, dan angkot agar tetap menjaga kesepakatan. “Mari jaga kekompakan dan ketertiban agar rezeki yang dicari bersama bisa berjalan lancar dan membawa berkah,” ujarnya.

Mediasi ditutup dengan saling berjabat tangan antara semua pihak sebagai simbol perdamaian dan komitmen bersama agar insiden serupa tidak terulang di kemudian hari.


__entong arif __

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.