Tangerang Selatan, publicindonesia.com — Suasana khidmat sekaligus meriah menyelimuti Aula Kantor Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, saat ratusan jamaah Majlis Taklim Al-Hidayah berkumpul memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M. Peringatan tahun ini mengusung tema “Kepedulian Sosial Sebagai Warisan Akhlak Rasulullah SAW”, sebagai refleksi mendalam atas keteladanan Nabi dalam membangun kehidupan yang penuh kasih sayang dan kebersamaan.
Acara berlangsung hangat dan penuh makna, dihadiri oleh Rr. Truetami Ajeng Pilar Saga, Ketua FGN Kota Tangsel Drs. H. Hamdani, MA, Kepala KUA Ciputat Timur H. Ahmad Jayadi, S.Ag, Dewan Pembina Majlis Taklim Rosa Purnamasari, para Lurah se-Kecamatan Ciputat Timur, Ketua Majlis Taklim Kota Tangsel Hj. Fatiyah, serta Ketua Majlis Taklim Kecamatan Hj. Tatu Uyainah. Tak ketinggalan, para ibu-ibu pengajian dari berbagai Majlis Taklim RT dan RW turut memadati ruangan dengan penuh antusias.
Acara dibuka dengan lantunan Sholawat Nabi yang dibawakan oleh Tim Hadroh Majlis Taklim Al-Hidayah, dilanjutkan dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an. Nuansa religius terasa begitu kuat, menggambarkan kekhusyukan jamaah dalam mengenang kelahiran Rasulullah SAW.
Dalam sambutannya, Rr. Truetami Ajeng Pilar Saga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Majlis Taklim dan masyarakat yang hadir.
“Kami ucapkan terima kasih kepada ibu-ibu Majlis Taklim yang telah hadir memeriahkan Maulid Nabi ini. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan dan keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.
Beliau juga menekankan pentingnya menjadikan momen Maulid bukan sekadar seremonial, tetapi sarana untuk memperkuat nilai-nilai akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan Maulid ini hendaknya menjadi refleksi agar kita terus meneladani akhlak Rasulullah SAW, terutama dalam membangun kepedulian sosial di tengah tantangan zaman. Mari kita jadikan akhlak beliau sebagai pedoman dalam membentuk masyarakat yang madani,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh warga Ciputat Timur untuk memperkuat ukhuwah islamiyah dan menjaga kebersamaan antarwarga.
“Mari kita jadikan Maulid ini sebagai momen menjaga persaudaraan dan mempererat silaturahmi, demi terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh keberkahan,” katanya.
Sebagai puncak acara, tausiyah disampaikan oleh Ustadz H. Mahmudin Djaelani, Lc., yang mengajak jamaah meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW seperti jujur, amanah, dan peduli terhadap sesama. Tausiyahnya menginspirasi jamaah untuk tidak hanya memperingati Maulid dalam bentuk seremonial, tetapi juga dengan mengamalkan nilai-nilai luhur Nabi dalam kehidupan bermasyarakat.
Peringatan Maulid Nabi di Ciputat Timur tahun ini bukan hanya menjadi ajang spiritual, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial dan kebersamaan antar Majlis Taklim di wilayah tersebut — sejalan dengan tema yang diangkat, bahwa kepedulian sosial adalah warisan akhlak mulia Rasulullah SAW yang harus terus dijaga dan diamalkan.
(*/Rif)





