Launching “Tangerang Selatan Mengaji”, Pilar Saga Ichsan: Guru Ngaji Jadi Fondasi Kekuatan SDM Tangsel

oleh -113 Dilihat

publicindonesia.com | Tangerang Selatan — Pemerintah Kota Tangerang Selatan bersama Forum Persatuan Guru Ngaji Kota Tangerang Selatan resmi melaunching program “Tangerang Selatan Mengaji” pada Rabu, 20 Mei 2026, bertempat di Aula Kecamatan Ciputat Timur, Pondok Ranji.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pilar Saga Ichsan, Ketua Forum Persatuan Guru Ngaji Kota Tangerang Selatan H. Hamdani, Camat Ciputat Timur Rastra Yudhatama, Kapolsek Ciputat Timur Bambang Askar Sodiq, Dandim 0506 Kapten ARH Surianto, para lurah se-Kecamatan Ciputat Timur, tokoh agama, hingga para penghafal Al-Quran dari berbagai wilayah di Kota Tangerang Selatan.

Dalam sambutannya, H. Hamdani menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan atas perhatian yang diberikan kepada ribuan guru ngaji di Tangsel.

Menurutnya, saat ini sebanyak 3.400 guru ngaji telah mendapatkan honor secara berkala dari pemerintah kota sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.

“Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian seluruh guru ngaji di TPA, majelis ta’lim, dan tempat pembinaan Al-Quran bagi anak-anak kita. Ini adalah perhatian luar biasa dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan,” ujar H. Hamdani.

Ia juga menegaskan bahwa hasil pendidikan para guru ngaji mulai terlihat melalui munculnya generasi penghafal Al-Quran dari berbagai wilayah di Tangsel.

“Kami bersyukur, hasil didikan guru-guru ngaji kini melahirkan para hafiz dan hafizah Al-Quran. Ini baru sebagian kecil potensi yang ada di Kota Tangerang Selatan,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, H. Hamdani turut menyampaikan apresiasi kepada Baznas Kota Tangerang Selatan atas dukungan dan perhatian terhadap pembinaan generasi Qurani di Tangsel.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menegaskan bahwa peran guru ngaji sangat penting dalam membangun karakter dan kualitas sumber daya manusia di Kota Tangerang Selatan.

Menurut Pilar, capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tangerang Selatan yang telah mencapai angka 84 poin menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan sumber daya manusia yang tidak lepas dari kontribusi pendidikan agama.

“IPM Tangerang Selatan sudah mencapai 84 poin, tertinggi di Provinsi Banten dan salah satu yang tertinggi di Indonesia. Angka lama sekolah kita sudah mencapai 12 tahun, bahkan harapan lama sekolah hingga 14 tahun. Di situ ada peran besar para guru ngaji,” kata Pilar.

Ia menambahkan, pendidikan agama menjadi fondasi utama dalam membentuk masyarakat yang kuat secara moral dan spiritual.

“Tanpa landasan agama, kota ini tidak akan menjadi kota yang kuat. Fondasi pembangunan kota adalah akhlak dan iman. Kalau masyarakatnya beriman dan bermoral baik, insya Allah Tangsel akan menjadi kota yang kuat,” ujarnya.

Pilar juga mengingatkan pentingnya inovasi dalam metode pembelajaran mengaji di era digitalisasi saat ini. Menurutnya, guru ngaji perlu mengikuti perkembangan teknologi agar pembelajaran Al-Quran semakin menarik bagi anak-anak.

“Kita jangan anti terhadap teknologi. Anak-anak sekarang hidup di era gadget dan digital. Guru ngaji harus bisa berinovasi, misalnya melalui media pembelajaran digital, video, atau kartun edukasi Al-Quran agar anak-anak semakin senang belajar mengaji,” jelasnya.

Program “Tangerang Selatan Mengaji” diharapkan menjadi gerakan bersama dalam memperkuat pendidikan keagamaan, membangun generasi Qurani, serta memperkuat karakter anak-anak di tengah perkembangan zaman modern.

Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, guru ngaji, tokoh agama, dan masyarakat, Kota Tangerang Selatan terus berupaya menciptakan generasi muda yang cerdas secara akademis sekaligus kuat dalam nilai keimanan dan akhlak.

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.