Langkah Strategis Lintas Daerah, Tangsel Kirim 500 Ton Sampah per Hari ke Serang

oleh -405 Dilihat

publicindonesia.com | TANGERANG SELATAN — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) resmi menjalin kerja sama lintas daerah dengan Pemerintah Kota Serang dalam pengelolaan sampah. Kesepakatan ini disertai bantuan keuangan sebesar Rp65 miliar sebagai bentuk komitmen tanggung jawab lingkungan dan sosial.

Kerja sama tersebut diambil di tengah kondisi TPA Cipeucang yang saat ini telah berada pada batas maksimal daya tampung. Tanpa langkah cepat dan terukur, persoalan sampah dikhawatirkan dapat memicu dampak serius terhadap lingkungan, kesehatan, hingga kondisi sosial masyarakat di wilayah perkotaan padat penduduk seperti Tangsel.

Melalui kesepakatan ini, sekitar 500 ton sampah per hari dari Kota Tangsel akan dialihkan ke TPAS Cilowong, Kota Serang. Rencana pengiriman dijadwalkan mulai Januari 2026, dengan skema kerja sama yang diklaim telah melalui kajian teknis, lingkungan, dan sosial secara menyeluruh.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menegaskan bahwa bantuan keuangan Rp65 miliar tersebut bukan semata biaya pembuangan sampah, melainkan wujud dukungan konkret terhadap penguatan infrastruktur serta perlindungan masyarakat di sekitar TPAS Cilowong.

“Bantuan keuangan ini dialokasikan untuk satu tahun. Penggunaannya difokuskan pada pembangunan infrastruktur serta penanganan dampak lingkungan di sekitar TPAS Cilowong,” ujar Pilar.

Ia menekankan, Pemkot Tangsel tidak ingin persoalan sampah hanya sekadar dipindahkan tanpa tanggung jawab. Oleh karena itu, kerja sama ini juga mencakup Kompensasi Dampak Negatif (KDN) bagi masyarakat terdampak, sebagai upaya menjaga keseimbangan lingkungan dan kenyamanan sosial warga sekitar lokasi pembuangan.

Menurut Pilar, kolaborasi antar daerah menjadi solusi realistis jangka pendek, sembari Tangsel terus menyiapkan strategi jangka panjang pengelolaan sampah berkelanjutan, termasuk pengurangan dari sumber, optimalisasi TPS 3R, dan pengembangan teknologi pengolahan sampah modern.

“Ini bukan solusi permanen, tapi langkah darurat yang bertanggung jawab. Yang terpenting, tidak ada masyarakat yang dirugikan dan lingkungan tetap terjaga,” pungkasnya.

(*/Red)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.