Armada Sampah Pemkot Tangsel Diduga Angkut Barang dari Lapak Pemulung di Ciputat Timur

oleh -37 Dilihat
oplus_2

publicindonesia.com | Ciputat Timur – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sebelumnya mengerahkan puluhan armada untuk menangani persoalan sampah di wilayahnya. Namun, di lapangan muncul temuan berbeda ketika salah satu mobil sampah terlihat mengangkut dari lapak pemulung di kawasan Situ Bungur, Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur, (10/4).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Pemkot Tangsel mengoperasikan 69 armada pengangkut sampah, yang terdiri dari 27 truk baru milik pemerintah kota dan 42 truk mitra atau transporter. Armada tersebut disiapkan untuk mengangkut sampah dari 7 kecamatan dengan kapasitas mencapai 400 ton per hari.

Sebagian besar armada baru itu diketahui dilengkapi teknologi khusus untuk menampung air lindi, yakni cairan yang dihasilkan dari tumpukan sampah, sehingga tidak tercecer di jalan saat proses pengangkutan menuju tempat pembuangan akhir.

Sampah yang diangkut oleh armada tersebut rencananya dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cilowong di Serang, Banten, serta beberapa lokasi penampungan sementara lainnya.

Program pengerahan armada ini juga bertujuan untuk mengatasi penumpukan sampah liar di sejumlah titik jalan raya di Tangerang Selatan. Pembersihan dilakukan secara bertahap dengan prioritas di lokasi yang sering terjadi penumpukan, seperti sekitar Pasar Cimanggis dan Pasar Jombang.

Namun, temuan di lapangan menimbulkan tanda tanya. Sebuah mobil angkutan sampah berpelat nomor wilayah Banten dengan bak berwarna kuning terlihat mengangkut barang bekas dari lapak pemulung yang berada di area Situ Bungur, Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur.

Aktivitas tersebut berbeda dengan fungsi utama armada yang seharusnya digunakan untuk mengangkut sampah rumah tangga dan sampah liar di jalanan, bukan untuk membawa barang bekas dari lapak pemulung.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan terkait penggunaan armada sampah tersebut di lokasi lapak barang bekas tersebut.

Warga berharap pemerintah dapat memberikan penjelasan agar penggunaan armada pengangkut sampah benar-benar difokuskan untuk menangani persoalan sampah di wilayah Tangerang Selatan yang selama ini masih menjadi perhatian masyarakat.

(*/Rif)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.