IPSI Tangsel Gelar Sarasehan, Satukan Kekuatan Hadapi Porprov VII 2026 dan Popda XII 2026

oleh -505 Dilihat

publicindonesia.com | KOTA TANGERANG SELATAN — Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Tangerang Selatan menggelar Sarasehan Ketua Perguruan Pencak Silat se-Kota Tangerang Selatan, yang melibatkan pelatih serta atlet remaja dan dewasa, bertempat di Aula Smart Village, Ciputat Timur, Sabtu (—). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menyusun dan memperkuat kesiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026, di mana Tangsel dipercaya sebagai tuan rumah, serta Popda XII 2026 yang akan digelar di Kota Cilegon.

Sarasehan ini dihadiri oleh Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan sekaligus Pembina IPSI Tangsel, Piter Abdul Karim, Wakil Ketua IPSI Tangsel, Satiyan, S.Pd.I, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Kepala Bidang BPJS Ketenagakerjaan Menara Jamsostek Pusat, serta Dr. Anggra selaku perwakilan RS Hermina Serpong.

Ketua IPSI Tangsel, Delima, menegaskan bahwa target prestasi atlet harus dibarengi dengan kesiapsiagaan dalam perlindungan dan penanganan cedera atlet. Oleh karena itu, sinergi antara IPSI, BPJS Ketenagakerjaan, dan pihak rumah sakit perlu terus diperkuat.

“Ketika prestasi juara menjadi harapan kita bersama, maka kesiapan perlindungan atlet juga menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Hubungan baik antara IPSI, BPJS Ketenagakerjaan, dan rumah sakit harus terus terjaga,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, IPSI Tangsel juga mensosialisasikan rencana penerapan Peraturan Organisasi (PO) lokal IPSI Tangsel, yang merupakan hasil rapat Badan Pengurus Harian (BPH) dan para kepala bidang. Aturan ini akan disempurnakan melalui kesepakatan bersama para ketua perguruan dalam forum sarasehan.

Dukungan dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan pun terus mengalir. Meski tidak dapat hadir secara langsung, Wakil Wali Kota Tangsel, Ir. H. Pilar Saga Ichsan, S.T., M.Ars, menyampaikan dukungannya melalui pesan WhatsApp dan memastikan komitmen pemerintah daerah terhadap pembinaan pencak silat di Tangsel.

Momen haru juga mewarnai kegiatan sarasehan ini dengan diserahkannya santunan BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp42 juta kepada ahli waris Almarhum Muhammad Abyan Arsaka Putra, atlet pencak silat asal Tangsel yang meninggal dunia. Penyerahan santunan ini menjadi bukti nyata kolaborasi IPSI Tangsel dan BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan kepada atlet.

Atas dasar itu, IPSI Tangsel mengimbau seluruh perguruan pencak silat untuk mendaftarkan atletnya dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan melalui satu pintu di IPSI Kota Tangerang Selatan, sebagai bagian dari program perlindungan negara bagi atlet.

Sementara itu, Piter Abdul Karim dalam sambutannya menegaskan komitmen DPRD dan perangkat daerah untuk terus mengawal perkembangan IPSI Tangsel di bawah kepemimpinan Delima.

“IPSI Tangsel kini sudah memiliki padepokan, muatan lokal pencak silat, dan ke depan akan memiliki jurus khas Kota Tangerang Selatan. Ini bukti bahwa IPSI Tangsel terus bekerja dan berkarya,” ujarnya.

Ia juga berharap sarasehan ini menghasilkan kesepakatan konkret, baik dari program yang telah direncanakan, sedang berjalan, maupun yang akan dirancang ke depan.

Antusiasme para ketua perguruan yang hadir dengan mengenakan seragam perguruan masing-masing menjadi simbol kekompakan dan persatuan pencak silat Tangsel yang harus terus dijaga.

Acara sarasehan resmi dibuka oleh Piter Abdul Karim, yang akrab disapa Bung Olay. Hasil dari sarasehan ini nantinya akan dituangkan dalam surat edaran resmi IPSI Tangsel, sebagaimana disampaikan Edwin, selaku moderator sarasehan, bersama para narasumber.

(*/Rif)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.