publicindonesia.com | Kedaung – Perayaan Festival Budaya dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-88 Kelurahan Kedaung berlangsung meriah di halaman Kantor Kelurahan Kedaung, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan yang melibatkan masyarakat, kader PKK, serta berbagai unsur lingkungan tersebut menjadi momentum mempererat kebersamaan warga sekaligus melestarikan budaya lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui kegiatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Rangkaian acara diisi dengan senam bersama, pertunjukan seni budaya Marawis, lomba tumpeng, serta gebyar UMKM yang menghadirkan produk-produk usaha masyarakat setempat.
Lurah Kedaung Apresiasi Dukungan Masyarakat
Lurah Kedaung, Darwin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat, para ketua RT dan RW, serta pihak-pihak yang telah mendukung berbagai program pemerintah di wilayah Kelurahan Kedaung.
Menurutnya, Festival Budaya tersebut berawal dari usulan kader PKK Kelurahan Kedaung yang kemudian mendapat dukungan untuk dilaksanakan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan.
Darwin menjelaskan, dalam pelaksanaan kegiatan ini, pihak kelurahan berperan sebagai penerima manfaat dari program yang diselenggarakan untuk masyarakat.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan ruang bagi warga untuk berpartisipasi, mempererat silaturahmi, sekaligus meningkatkan kecintaan terhadap budaya lokal.
Selain menjadi ajang kebersamaan, keberadaan stan UMKM juga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian warga Kelurahan Kedaung.
“Terima kasih kepada masyarakat, para ketua RT dan RW, serta seluruh pihak yang telah mendukung program pemerintah. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat Kedaung,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.
Anggaran Pemberdayaan Difokuskan pada Penanganan Sampah
Dalam kesempatan tersebut, Darwin juga menjelaskan bahwa pada tahun ini sejumlah kegiatan seremonial yang biasanya dilaksanakan di tingkat kelurahan tidak dapat diselenggarakan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, kondisi darurat sampah menjadi salah satu pertimbangan dalam pengalihan prioritas anggaran untuk mendukung program penanganan sampah dan pembuatan lubang biopori.
Akibatnya, sejumlah agenda yang sebelumnya rutin dilaksanakan, termasuk kegiatan perayaan tingkat kelurahan dan kegiatan keagamaan, tidak masuk dalam alokasi anggaran tahun ini.
Meski demikian, kegiatan Festival Budaya dan HUT Kelurahan Kedaung tetap menjadi momentum untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan lingkungan.
Darwin berharap masyarakat dapat memahami pentingnya penentuan prioritas program, khususnya dalam menghadapi persoalan sampah yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Camat Pamulang Minta Dukungan dan Masukan Masyarakat
Sementara itu, Camat Pamulang, H. Mamat, S.E., M.M., yang baru sekitar tiga bulan mengemban amanah sebagai Camat Pamulang setelah sebelumnya bertugas di Kecamatan Ciputat, mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas wilayah.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa dukungan, masukan, kritik, dan saran dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pelayanan pemerintahan kepada warga.
Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan Festival Budaya yang dirangkaikan dengan HUT ke-88 Kelurahan Kedaung. Menurutnya, kegiatan kemasyarakatan seperti ini dapat menjadi sarana memperkuat persatuan dan kebersamaan warga.
“Saya membutuhkan dukungan, masukan, kritikan, dan saran dari masyarakat. Mari bersama-sama menciptakan rasa aman, nyaman, dan menjaga kondusivitas wilayah,” pesannya.
Orang Tua Diminta Lebih Mengawasi Pergaulan Anak
Dalam kesempatan tersebut, Camat Pamulang juga menitipkan pesan penting kepada para orang tua agar meningkatkan perhatian terhadap pendidikan dan pergaulan anak, khususnya mereka yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
Ia mengingatkan bahwa pengaruh lingkungan dan perkembangan teknologi saat ini semakin besar sehingga membutuhkan pengawasan serta pendampingan dari keluarga.
Menurutnya, orang tua perlu mengetahui aktivitas anak, termasuk lingkungan pertemanan, penggunaan telepon seluler, serta interaksi melalui aplikasi pesan dan media sosial.
Ia menekankan bahwa pendidikan karakter harus dimulai dari rumah, kemudian diperkuat melalui pendidikan di sekolah dan lingkungan masyarakat.
Selain pendidikan formal, anak-anak juga perlu dibimbing untuk membangun kedisiplinan, tanggung jawab, serta kebiasaan menjalankan ibadah.
“Jangan sampai kita terlena. Kalau sudah terjadi sesuatu, orang tua juga yang akan repot. Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang menjadi harapan kita semua,” pesannya.
Camat Pamulang berharap para orang tua dapat membangun komunikasi yang baik dengan anak agar mereka tidak mudah terpengaruh oleh pergaulan negatif.
Ajak Warga Jaga Kekompakan dan Tidak Buang Sampah Sembarangan
Selain menyoroti pendidikan anak, Mamat juga mengajak seluruh warga untuk menjaga kebersihan lingkungan masing-masing, mulai dari tingkat RT hingga RW.
Ia menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan kesadaran dan keterlibatan aktif masyarakat.
Warga diminta membangun kebiasaan menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, serta mendukung program pengelolaan sampah yang diterapkan pemerintah.
Salah satu upaya yang disinggung dalam sambutannya adalah pemanfaatan komposter dan lubang biopori untuk membantu mengelola sampah organik di lingkungan permukiman.
Melalui langkah tersebut, sampah organik diharapkan dapat dimanfaatkan dengan lebih baik sehingga mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir.
Ia mengajak masyarakat untuk memulai perubahan dari lingkungan terdekat dengan membangun kekompakan, semangat gotong royong, dan kepedulian terhadap kebersihan.
“Jaga lingkungan kita bersama-sama. Kalau berada di RW masing-masing, mari jaga lingkungan dan bangun kebersamaan. Jangan lagi membuang sampah sembarangan,” pesannya.
Festival Budaya Jadi Ruang Kebersamaan dan Penggerak Ekonomi Warga
Festival Budaya dan HUT ke-88 Kelurahan Kedaung tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga ruang untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Melalui senam bersama, pertunjukan Marawis, lomba tumpeng, dan gebyar UMKM, masyarakat diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang menggabungkan unsur budaya, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan semangat kebersamaan sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat yang hadir.
Pesan yang disampaikan dalam kegiatan ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang aman, sehat, bersih, serta mendukung tumbuh kembang generasi muda.
Dengan semangat HUT ke-88, Kelurahan Kedaung diharapkan semakin maju melalui partisipasi aktif masyarakat, pelestarian budaya, penguatan ekonomi lokal, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Festival Budaya Kedaung menjadi pengingat bahwa kemajuan wilayah tidak hanya ditentukan oleh program pemerintah, tetapi juga oleh kekompakan warga dalam menjaga budaya, mendidik generasi penerus, dan merawat lingkungan bersama.
(*/Red)








