Bupati Tangerang Serap Aspirasi Warga Binong, Usulan Penataan Makam Disepakati

oleh -16 Dilihat
Oplus_0

publicindonesia.com | Tangerang – Bupati Tangerang menyerap aspirasi warga Binong terkait rencana penataan kawasan pemakaman. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah usulan warga dibahas dan disepakati untuk ditindaklanjuti, terutama menyangkut penentuan lokasi makam, jarak dengan fasilitas umum, serta penataan kawasan agar lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat, (27/10)

Dalam dialog bersama warga, muncul permintaan agar pemerintah memperhatikan kebutuhan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pemakaman, khususnya warga RT 08 dan RW 16.

Warga berharap keberadaan makam tidak terlalu berdekatan dengan area yang direncanakan untuk pembangunan fasilitas umum, seperti gedung, perkantoran, dan musala.

Warga juga mengusulkan adanya jarak sekitar 20 meter antara makam dan area yang diperuntukkan bagi fasilitas tersebut. Usulan ini disampaikan agar penataan kawasan dapat mempertimbangkan kenyamanan masyarakat sekaligus kebutuhan pemerintah dalam menyediakan fasilitas pemakaman.

Selain persoalan jarak, warga meminta kejelasan mengenai status dan peruntukan makam. Mereka berharap penataan dilakukan secara menyeluruh sehingga lokasi pemakaman memiliki batas dan identitas yang jelas serta tidak menimbulkan kebingungan di kemudian hari.

Bupati Arahkan Penataan dan Pengukuran Ulang

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Tangerang mengarahkan agar penataan kawasan segera dilakukan, termasuk pengukuran ulang untuk memastikan usulan masyarakat dapat diakomodasi.

Pengukuran ulang diperlukan untuk menentukan bagian kawasan yang akan digunakan sebagai lokasi pemakaman serta memastikan penempatannya sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi warga.

Dalam arahannya, Bupati juga meminta agar penataan dilakukan dengan melibatkan dinas terkait, termasuk Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pemakaman (Perkim), sesuai dengan kewenangan dan tugasnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat menghasilkan penataan kawasan pemakaman yang lebih rapi, terencana, dan memberikan kejelasan bagi masyarakat.

Warga Diajak Gotong Royong pada Jumat Pagi

Selain membahas penataan makam, dalam pertemuan tersebut juga disampaikan rencana kegiatan gotong royong bersama warga.

Kegiatan gotong royong direncanakan berlangsung pada Jumat pagi dengan melibatkan masyarakat setempat. Kegiatan ini ditujukan untuk membantu meratakan area yang akan ditata sebelum proses penataan lebih lanjut dilakukan oleh dinas terkait.

Ajakan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong keterlibatan masyarakat dalam penataan lingkungan, sekaligus membangun kerja sama antara pemerintah dan warga.

Melalui koordinasi tersebut, diharapkan proses penataan dapat berjalan lebih terarah, dengan pembagian tugas yang jelas antara masyarakat dan pemerintah daerah.

Warga Berharap Ada Kejelasan dan Sosialisasi

Dalam pertemuan itu, warga juga menyoroti pentingnya keterbukaan informasi mengenai rencana penataan kawasan pemakaman.

Masyarakat berharap pemerintah memberikan penjelasan secara menyeluruh mengenai batas lokasi, peruntukan lahan, jarak makam dengan permukiman maupun fasilitas umum, serta rencana penyediaan pemakaman umum bagi warga.

Warga menilai sosialisasi sangat penting agar masyarakat yang terdampak dapat memahami rencana pemerintah dan turut memberikan masukan sebelum pelaksanaan penataan.

Dengan adanya penyerapan aspirasi dan kesepakatan untuk menindaklanjuti usulan warga, masyarakat berharap penataan kawasan pemakaman di Binong dapat berjalan dengan baik tanpa mengabaikan kepentingan warga sekitar.

Pemerintah daerah diharapkan terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat agar setiap keputusan yang diambil dapat mengakomodasi kebutuhan bersama.

(*/Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.