Banjir Kiriman Rendam Bantaran Kali Ciputat, Warga Kedaung Pamulang Resah

oleh -177 Dilihat

publicindonesia.com | Tangerang Selatan, 15 April 2026 — Banjir kembali merendam kawasan bantaran Kali Ciputat, tepatnya di Jalan Aria Putra, Kedaung, Pamulang, pada Selasa malam. Ironisnya, luapan air terjadi tanpa adanya hujan deras di wilayah tersebut.

Warga menduga banjir disebabkan oleh kiriman air dari wilayah hulu, yang membuat debit Kali Ciputat meningkat secara tiba-tiba hingga meluap ke jalan dan permukiman.

Tokoh masyarakat setempat, Haji Heru, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian yang berulang dalam waktu singkat.

“Tidak ada hujan, tidak ada angin, tiba-tiba banjir. Ini jelas kiriman dari atas. Warga merasa sangat tidak nyaman karena kejadian ini terus berulang,” ujarnya.

Menurutnya, dalam kurun waktu satu minggu terakhir, wilayah tersebut sudah dua kali dilanda banjir. Kondisi ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terlebih karena banjir datang tanpa peringatan.

Haji Heru juga mengungkapkan bahwa warga telah menyampaikan keluhan dan berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah. Ia bahkan berencana mengundang pihak kelurahan untuk meninjau langsung kondisi di lapangan.

“Kita ingin pemerintah turun langsung melihat kondisi ini. Jangan hanya fokus pada perbaikan jembatan saja, tapi juga harus melihat kondisi sungai yang sudah mengalami pendangkalan,” tegasnya.

Ia menambahkan, jika normalisasi sungai belum memungkinkan, maka opsi peninggian jembatan perlu dipertimbangkan sebagai solusi jangka pendek untuk mengurangi risiko banjir.

Dampak banjir ini pun cukup signifikan bagi warga. Sejumlah perabot rumah tangga hingga barang elektronik dilaporkan rusak akibat terendam air.

“Kasur, sofa, kulkas, mesin cuci, banyak yang rusak. Ini kerugian nyata bagi warga. Apalagi sekarang hampir semua rumah punya peralatan elektronik,” jelasnya.

Lebih jauh, Haji Heru menyoroti perubahan tata lingkungan di wilayah hulu yang diduga turut memengaruhi kondisi aliran air. Ia menyebut pesatnya pembangunan perumahan telah mengurangi area resapan air.

“Aliran air sekarang jadi lebih cepat dan deras. Mungkin di hulu sudah dibenahi dan bebas banjir, tapi dampaknya ke kita yang di hilir jadi tidak siap,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas wilayah antara pemerintah daerah, mengingat aliran sungai melintasi beberapa daerah, mulai dari Bogor (Jawa Barat), Tangerang Selatan (Banten), hingga DKI Jakarta.

“Harus ada komunikasi antar daerah. Jangan sampai penanganan di satu wilayah justru menimbulkan masalah di wilayah lain,” tambahnya.

Sebagai informasi, banjir juga sempat ditinjau oleh anggota DPRD dari Partai Golkar, Linda, yang turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi warga terdampak.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret dan menyeluruh agar permasalahan banjir yang kerap terjadi ini dapat ditangani secara tuntas.

“Jangan sampai kita terus-menerus menyumbang penderitaan bagi wilayah sendiri. Ini harus jadi perhatian bersama,” pungkas Haji Heru.

(*/Rif)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.