Bandara Soetta Ditutup Sementara Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, Puluhan Penerbangan Terdampak

oleh -15 Dilihat

publicindonesia.com | TANGERANG — Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Bandara Soetta ditutup sementara setelah adanya indikasi sebaran abu vulkanik di kawasan bandara.

Penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta dilakukan pada Minggu (6/9/2026) dini hari. Awalnya, operasional bandara ditutup pada pukul 01.30 WIB hingga 05.30 WIB, namun kemudian diperpanjang sampai 09.30 WIB karena kondisi abu vulkanik masih menjadi perhatian.

Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah penerbangan mengalami gangguan. Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak berwenang, sedikitnya 33 penerbangan terdampak, baik berupa pembatalan, penundaan maupun penjadwalan ulang.

Sejumlah penerbangan internasional turut terdampak, di antaranya rute menuju Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, dan Kuala Lumpur.

Abu Vulkanik Terdeteksi di Kawasan Bandara

Sebelumnya, operasional Bandara Soekarno-Hatta masih dinyatakan berjalan normal. Namun, situasi berubah setelah dilakukan pemeriksaan pada Minggu dini hari.

Hasil pemeriksaan menggunakan metode paper test menunjukkan adanya indikasi abu vulkanik di kawasan bandara. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan untuk menghentikan sementara operasional penerbangan demi keselamatan penerbangan.

Abu vulkanik menjadi perhatian serius dalam dunia penerbangan karena dapat mengganggu kinerja mesin pesawat dan komponen penerbangan apabila pesawat melintasi konsentrasi abu vulkanik.

Penumpang Diminta Cek Status Penerbangan

Dengan adanya penutupan sementara tersebut, calon penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui Bandara Soekarno-Hatta diminta tidak terburu-buru menuju bandara sebelum memastikan status penerbangannya.

Penumpang disarankan memantau informasi terbaru melalui kanal resmi maskapai masing-masing untuk mengetahui apakah penerbangan mengalami keterlambatan, pembatalan, perubahan jadwal, maupun pengalihan.

Pihak bandara dan otoritas terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi abu vulkanik serta perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Operasional Bandara Soekarno-Hatta akan kembali disesuaikan dengan hasil evaluasi kondisi terbaru dan faktor keselamatan penerbangan.

(*/Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.