Angkat Kekayaan Budaya Lewat Permainan Tradisional, Sinar Mas Land Sukses Gelar Festival Dolanan Khatulistiwa 2025

oleh -504 Dilihat

publicindonesia.com | BSD CITY, 1 Desember 2025 — Kekayaan permainan rakyat Nusantara kembali diangkat ke panggung utama melalui Festival Dolanan Khatulistiwa 2025, sebuah gelaran budaya yang memadukan keseruan permainan tradisional dengan edukasi literasi untuk semua kalangan. Acara yang berlangsung pada Sabtu, 29 November 2025 di Kampung Dolanan Khatulistiwa (KADO KITA), Kelurahan Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan ini sukses menarik ratusan pengunjung, dari anak-anak hingga orang tua, yang datang untuk merayakan warisan budaya Indonesia.

Festival Budaya yang Meriah dan Penuh Edukasi

Festival tahunan yang digagas oleh Sinar Mas Land melalui program CSR Kontribusi Membangun Negeri ini menghadirkan 20 permainan tradisional seperti engklek, lompat bambu, congklak, egrang, bakiak, hingga gobak sodor. Pengunjung bebas mencoba seluruh permainan yang sengaja dikemas sebagai ruang rekreasi, ekspresi, sekaligus pembelajaran tentang nilai kebersamaan, kecerdikan, dan cinta budaya.

Acara yang berlangsung semarak ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain:

  • Heru Sudarmanto – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tangerang Selatan
  • H. Ika – Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan
  • Syaifuddin – Camat Serpong
  • Wawan Darmawan – Lurah Rawa Buntu
  • Adhityo Galih Priyambodo – Vice President of CSR Sinar Mas Land

Festival tahun ini tampil lebih inklusif dengan mengintegrasikan unsur literasi melalui partisipasi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan berbagai komunitas literasi dari Tangerang Raya. Talkshow bertema “Dolanan sebagai Ruang Literasi dan Upaya Pelestarian Budaya” serta “Literasi dan Budaya: Menghidupi Pengetahuan, Merawat Identitas” menghadirkan narasumber inspiratif, yakni Achmad Irfandi (Founder Kampung Lali Gadget) dan Maryam (Pegiat Literasi), yang menekankan pentingnya permainan tradisional sebagai sarana untuk membangun karakter anak sekaligus merawat identitas bangsa.

Komitmen Pelestarian Budaya dari Sinar Mas Land

Managing Director President Office Sinar Mas Land, Dony Martadisata, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus hadir dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan budaya.

“Sinar Mas Land selalu berkomitmen menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan. Kampung Dolanan Khatulistiwa yang hadir sejak 2023 adalah kontribusi kami dalam bidang sosial budaya. Festival ini menjadi ajang tahunan untuk menggaungkan kembali keseruan permainan tradisional, mengajak anak-anak masa kini menikmati pengalaman bermain yang melampaui layar gawai,” ujarnya.

KADO KITA, Wahana Edukasi yang Mendunia Prestasi

Kampung Dolanan Khatulistiwa, yang menjadi pusat lokasi festival, merupakan kampung wisata edukatif hasil kolaborasi Sinar Mas Land bersama warga Kampung Dadap Barat. Di tempat ini, anak-anak dan keluarga dapat menikmati berbagai permainan tradisional sambil belajar interaksi sosial dan budaya.

Sepanjang tahun 2025, KADO KITA sukses mencatat prestasi membanggakan melalui tiga penghargaan bergengsi:

  • PDB Award 2025 – Kategori Silver
  • Indonesian SDGs Award (ISDA) 2025 – Kategori Gold
  • Appreciate Tribun News – Best CSR in Tradition and Community Involvement 2025

Buka Setiap Hari, Menjadi Ruang Belajar dengan Fleksibilitas Tinggi

KADO KITA dibuka setiap hari untuk umum. Aktivitas rutin anak-anak warga sekitar berlangsung setiap Selasa, pukul 14.30 – 17.30 WIB. Untuk kunjungan rombongan sekolah, komunitas, atau organisasi, jadwal dapat disesuaikan berdasarkan kesepakatan, sehingga memungkinkan kegiatan tematik atau pembelajaran budaya secara lebih mendalam.

Membawa Anak Kembali ke Ruang Bermain Nusantara

Festival Dolanan Khatulistiwa 2025 menjadi bukti bahwa permainan tradisional tak hanya relevan, tetapi juga penting sebagai sarana pembentukan karakter generasi muda. Melalui perpaduan budaya dan literasi, festival ini tidak sekadar hiburan, tetapi juga gerakan nyata untuk menghidupkan kembali ruang bermain Nusantara di tengah dominasi gawai dan teknologi digital.

Festival ini menjadi pengingat bahwa budaya adalah identitas, dan permainan tradisional adalah jembatan untuk merawatnya.

(*/Rif)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.