publicindonesia.com | Tangerang Selatan – Pebalap muda Indonesia Veda Ega Pratama menjadi sorotan publik setelah memilih tidak melakukan selebrasi minum champagne di podium usai meraih prestasi membanggakan di ajang balap internasional. Keputusan tersebut ternyata memiliki alasan kuat yang berkaitan dengan usia serta keyakinan agama yang dianutnya.
Veda Ega Pratama diketahui masih berstatus di bawah umur, sehingga secara aturan ia memang belum diperbolehkan untuk mengonsumsi minuman beralkohol yang biasanya digunakan dalam tradisi selebrasi podium balap dunia.
Selain faktor usia, pebalap muda asal Indonesia itu juga mempertimbangkan nilai-nilai agama yang ia pegang teguh. Sebagai seorang muslim, Veda memilih untuk tidak ikut dalam selebrasi yang menggunakan minuman beralkohol karena dianggap haram dalam ajaran Islam.
Keputusan tersebut justru mendapat banyak apresiasi dari penggemar dan masyarakat Indonesia. Banyak yang menilai sikap Veda menunjukkan bahwa seorang atlet tetap bisa berprestasi di level internasional tanpa meninggalkan prinsip dan keyakinannya.
Di dunia balap motor internasional seperti MotoGP maupun Red Bull Rookies Cup, selebrasi dengan champagne memang sudah menjadi tradisi yang dilakukan oleh para pembalap di podium. Namun beberapa atlet dari latar belakang tertentu terkadang memilih tidak ikut meminumnya sebagai bentuk penghormatan terhadap aturan pribadi maupun kepercayaan.
Sikap yang ditunjukkan Veda Ega Pratama dinilai mencerminkan kedewasaan dan integritas seorang atlet muda. Selain mengharumkan nama Indonesia di kancah balap internasional, ia juga memberikan contoh positif bagi generasi muda untuk tetap memegang teguh nilai dan prinsip dalam meraih prestasi.
Dengan prestasi yang terus meningkat, Veda Ega Pratama diharapkan dapat menjadi salah satu calon bintang masa depan balap motor Indonesia yang mampu bersaing di level dunia, sekaligus membawa nama bangsa semakin dikenal di ajang balap internasional.
(*/Red)







