publicinfonesia.com | Tangerang Selatan — Puluhan pedagang yang tergabung dalam Perkumpulan Pedagang Pasar Ciputat (P3C) menggelar aksi unjuk rasa di Lorong Pasar Ciputat, Jalan Haji Usman, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Kamis (12/2/2026). Aksi tersebut dilakukan untuk menyampaikan keluhan terkait pengelolaan pasar, perlakuan tidak adil terhadap pedagang lokal.
Ketua P3C, Yuli Sarlis, dalam pernyataannya menyampaikan terima kasih kepada Kapolsek Ciputat Timur yang hadir langsung untuk mendengarkan aspirasi pedagang. Ia menegaskan bahwa para pedagang bukan pelanggar hukum, melainkan masyarakat kecil yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Kami ini pedagang, bukan penjahat. Kami juga butuh makan, sama seperti mereka. Kami membayar retribusi setiap hari, tapi mengapa pedagang dari luar bisa diterima, sementara kami pedagang lokal tidak diperhatikan,” ujar Yuli.
Yuli juga mengungkapkan adanya dugaan pungutan tambahan di luar retribusi resmi yang tidak diketahui ke mana aliran dan pengelolaannya. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat banyak pedagang gulung tikar karena penghasilan semakin menurun.
“Kalau kondisi seperti ini terus, banyak teman saya yang sudah berhenti berdagang. Jangankan untuk modal, untuk makan di rumah saja sudah sulit,” katanya.
Dalam aksinya, P3C juga menyoroti keberadaan area yang dinilai tidak transparan dalam pengelolaan. Yuli mempertanyakan siapa pihak yang membangun dan mengelola area tersebut, karena awalnya diperuntukkan sebagai lahan parkir, namun kini justru dimanfaatkan untuk aktivitas perdagangan.
“Owning awalnya untuk parkiran, tapi sekarang malah dipakai pedagang. Saya bingung siapa yang membangun dan siapa pengelolanya,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pembangunan lapak yang menghadap ke jalan, yang dinilai mengganggu ketertiban dan tidak memberikan manfaat bagi pedagang lokal.
Parkir Liar dan Jalan Umum Disorot
Selain itu, Yuli mengeluhkan maraknya parkir liar di sejumlah ruas jalan, termasuk di Gang Bancet yang seharusnya merupakan jalan umum, bukan area parkir.
“Gang Bancet dari dulu itu jalan umum, bukan tempat parkir. Tapi sekarang dijadikan parkiran liar,” tegasnya.
Kapolsek Ciputat Timur Terima Aspirasi Pedagang
Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq, SH, MH, hadir langsung sebagai representasi pemerintah dan menerima aspirasi para pengunjuk rasa. Ia mengimbau para pedagang untuk menjaga ketertiban lalu lintas selama aksi berlangsung serta mengingatkan agar pedagang berhati-hati dalam bertransaksi.
“Saat ini sudah banyak kasus peredaran uang palsu. Pedagang harus memperhatikan prinsip 3D, yaitu dilihat, diraba, dan diterawang,” ujarnya.
Kapolsek juga berjanji akan menjembatani aspirasi pedagang dengan dinas terkait, termasuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan, guna mencari solusi atas permasalahan yang disampaikan.
(*/Rif)








