publicindonesia.com | TANGERANG SELATAN – Proses pencarian bocah berusia 12 tahun yang dilaporkan tenggelam di Sungai Cisadane, tepatnya di kawasan Perumahan Pesona Serpong, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, masih terus dilakukan hingga Minggu (26/7/2026).
Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, relawan kemanusiaan, TNI, Polri, serta berbagai unsur lainnya sejak pagi kembali melakukan operasi pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.
Pada hari kedua pencarian, tim lebih memfokuskan upaya dengan metode susur sungai menggunakan perahu karet dan pemantauan di sepanjang aliran Sungai Cisadane. Metode ini dipilih karena kondisi arus sungai yang sangat deras di bagian bawah permukaan, sehingga penyelaman dinilai berisiko tinggi bagi keselamatan personel.
Selain derasnya arus, banyaknya tumpukan sampah di sekitar titik korban diduga tenggelam juga menjadi kendala yang menyulitkan proses pencarian di bawah air.
Selama operasi berlangsung, koordinasi antarinstansi terus diperkuat agar pencarian berjalan efektif. Seluruh unsur yang terlibat saling berbagi informasi dan membagi sektor pencarian untuk memperluas area penyisiran.
Turut hadir memantau sekaligus mengoordinasikan kegiatan pencarian jajaran pemerintah wilayah, mulai dari Camat Setu, Lurah Kademangan, hingga unsur TNI dan Polri yang bersama-sama berada di lokasi untuk memberikan dukungan terhadap proses evakuasi.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih belum berhasil ditemukan. Tim SAR gabungan memastikan pencarian akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi arus sungai, cuaca, serta hasil evaluasi di lapangan.
Operasi pencarian ini juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan para relawan yang terus membantu personel gabungan demi mempercepat ditemukannya korban. Semua pihak berharap bocah tersebut segera ditemukan sehingga dapat memberikan kepastian bagi keluarga yang hingga kini masih menunggu di lokasi kejadian.
(“/Red)





