Pasar Tradisional Kompak Urus Sampah, Bangun Tangsel Bersih

oleh -769 Dilihat

publicindonesia.com | Tangerang Selatan – Persoalan sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih menjadi perhatian serius meski status Kondisi Darurat Sampah yang ditetapkan Pemerintah Kota Tangsel telah berakhir pada 5 Januari 2026. Kondisi tersebut terlihat di sejumlah titik, Selasa (6/1/2026).

Problematika sampah dinilai tidak akan pernah selesai tanpa adanya penanganan khusus serta pengelolaan terpadu di setiap Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hingga saat ini, berbagai skema penanganan masih diterapkan secara parsial sesuai dengan jenis dan sumber sampah.

Untuk sampah yang berada di jalur-jalur jalan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan masih berupaya melakukan penanggulangan dengan mengangkut dan mengirimkannya ke TPA Cilowong, Kota Serang.

Sementara itu, sampah dari kawasan industri swasta dikelola secara mandiri melalui sistem pengelolaan terpadu oleh pihak swasta, sehingga tidak sepenuhnya membebani pemerintah daerah.

Namun, persoalan berbeda terjadi pada sampah rumah tangga. Hingga kini, belum ada solusi teknis yang konkret. Pemerintah Kota Tangerang Selatan baru sebatas mengeluarkan imbauan agar masyarakat untuk sementara menyimpan sampah di area masing-masing sambil menunggu kebijakan lanjutan.

Agus Supadmo Dirum PT PITS yang membawahi beberapa pasar tradisional, Adapun sampah pasar tradisional, yang setiap harinya bisa mencapai hingga satu ton di setiap titik, kini dikelola oleh pihak swasta sebagai solusi sementara untuk menekan penumpukan sampah.

Kepala Pasar Bintaro, Pasar Jombang dan Pasar Serpong mengatakan pengelolaan sampah pasar oleh pihak swasta merupakan langkah konkret untuk membantu mengurangi beban pemerintah daerah sekaligus menjaga kebersihan lingkungan pasar.

“Setiap harinya volume sampah pasar cukup besar, bisa mencapai satu ton. Karena itu, saat ini kami bekerja sama dengan pihak swasta untuk pengelolaannya agar sampah tidak menumpuk dan aktivitas pasar tetap berjalan dengan nyaman,” ujarnya.

Ia berharap ke depan terdapat solusi jangka panjang dan sistem pengelolaan sampah terpadu agar persoalan serupa tidak terus berulang.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meski status darurat telah dicabut, penanganan sampah di Kota Tangerang Selatan masih membutuhkan langkah komprehensif, berkelanjutan, dan melibatkan berbagai pihak, demi menjaga lingkungan serta kesehatan masyarakat.

(*/Rif)

No More Posts Available.

No more pages to load.