publicindonesia.com | Tangerang Selatan – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, melakukan kunjungan ke sejumlah ruang terbuka publik di Ciputat Timur pada Rabu (29/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Pilar didampingi oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tangsel, Ayep, Camat Ciputat Timur, Rastra Yudhatama, serta Lurah Pondok Ranji, Midih. Turut serta pula jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan yang ikut meninjau langsung kondisi sejumlah titik ruang terbuka hijau yang baru dibangun.
Pilar menjelaskan, dalam peninjauan kali ini pihaknya melihat langsung tiga titik lokasi di wilayah Ciputat Timur. Diantanya adalah Alun-alun Ciputat Timur atau Taman Ciputat Timur yang berada di belakang kantor kecamatan baru.
“Untuk Taman Ciputat Timur, alhamdulillah progresnya sudah selesai. Tinggal beberapa perapian seperti lapangan sepak bola yang ke depan akan kita rapikan dan lengkapi,” ujarnya.
Selanjutnya, rombongan juga meninjau Alun-alun Pondok Ranji yang sebelumnya diketahui dalam kondisi terbengkalai. Kawasan tersebut kini telah direvitalisasi menjadi ruang terbuka publik yang representatif.
“Dulu kondisinya sudah rusak dan tidak terawat, bahkan ada kantor yang sudah tidak digunakan. Sekarang kita bongkar dan tata ulang, termasuk menjadikannya taman bermain anak. Alhamdulillah sekarang fasilitasnya sudah lengkap dan dimanfaatkan masyarakat,” jelas Pilar.
Ia menambahkan, respons masyarakat terhadap Alun-alun Pondok Ranji sangat positif. Bahkan pada akhir pekan, lokasi tersebut dipadati pengunjung dari berbagai wilayah.
“Di Pondok Ranji, saat weekend itu penuh sekali. Ini menunjukkan bahwa ruang publik seperti ini sangat dibutuhkan sebagai tempat beraktivitas gratis bagi masyarakat,” katanya.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke kawasan Cirendeu (disebut Cine Remas), yang beberapa tahun lalu sempat ditinjau saat pembangunan jembatan penghubung ke wilayah Jakarta. Pilar mengungkapkan, kawasan tersebut kini telah dikembangkan menjadi fasilitas olahraga terpadu.
“Dulu tempatnya cukup kumuh, padahal potensinya besar. Sekarang sudah kita bangun jogging track, lapangan olahraga seperti basket, voli, hingga tenis. Tinggal menunggu masa retensi selesai sebelum bisa digunakan maksimal,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, setelah masa pemeliharaan selama enam bulan dan serah terima dari kontraktor selesai, fasilitas tersebut akan dibuka sepenuhnya untuk masyarakat.
Pilar juga menyebut, secara umum pembangunan fasilitas publik tersebut sudah berjalan baik. Jika masih terdapat kekurangan, sifatnya hanya perbaikan minor seperti penambahan pagar, fasilitas kamar mandi, dan penyempurnaan lainnya.
Ke depan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga telah menganggarkan pembangunan alun-alun di wilayah lain, seperti Kecamatan Ciputat dan Cilenggang, sebagai bagian dari pengembangan ruang terbuka hijau.
Menurut Pilar, upaya ini merupakan komitmen pemerintah dalam menyulap lahan-lahan tidak terpakai, kumuh, dan terbengkalai menjadi ruang publik yang bersih, nyaman, dan bermanfaat.
“Daripada masyarakat harus ke mal yang membutuhkan biaya, di sini semua gratis. Mau siapa saja, dari berbagai kalangan, bisa menikmati fasilitas ini. Ini bagian dari mewujudkan Tangerang Selatan yang inklusif,” tegasnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas yang telah dibangun agar tetap terawat dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Kalau ada kekurangan ke depan, mari kita lengkapi bersama. Yang penting fasilitas ini bisa terus dimanfaatkan untuk olahraga, silaturahmi, dan kegiatan positif lainnya,” tutup Pilar.
(Rif)








