UMKM Pasar Gintung Siap Bangkit, Hj. Mei Yanti Nainggolan Dorong Kolaborasi dan Peningkatan Kualitas Produk

oleh -58 Dilihat

Dalam kegiatan “Ngobras” (Ngobrol Santai) bersama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang digelar di Pasar Gintung, Ketua Paguyuban Pasar Gintung, Hj. Mei Yanti Nainggolan, menyampaikan komitmennya untuk membangkitkan kembali geliat UMKM, khususnya para pelaku usaha yang sebelumnya beraktivitas di Pasar Gintung.

Menurut Hj. Mei Yanti, kegiatan tersebut menjadi wadah untuk mendengarkan aspirasi sekaligus mencari solusi bagi para pelaku UMKM agar dapat kembali berkembang di lokasi yang kini semakin tertata dan nyaman.

“Acara hari ini adalah ngobrol santai bersama UMKM, terutama UMKM yang dulu berada di Pasar Gintung. Kami ingin mengetahui kendala mereka sekaligus mencari cara agar UMKM bisa bangkit kembali di tempat yang sudah semakin baik ini. Ke depan, kegiatan seperti ini akan rutin dilaksanakan setiap bulan bersama para pembina UMKM di Tangerang Selatan,” ujarnya.

Membuka Ruang Kolaborasi

Terkait pelaku UMKM baru, Hj. Mei Yanti menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap siapa saja yang ingin bergabung. Meski ketersediaan kios terbatas, konsep kolaborasi menjadi solusi yang ditawarkan.

“Kalau berbicara kios memang sudah tidak tersedia, tetapi pelaku UMKM baru tetap bisa bergabung. Misalnya ada yang memproduksi makanan ringan seperti gabin, produknya bisa dititipkan di tenant atau kedai yang sudah ada. Jadi semangatnya adalah kolaborasi agar semua bisa berkembang bersama,” jelasnya.

Pendampingan Produk Hingga Masuk Ritel Modern

Bagi UMKM yang telah memiliki produk siap jual, Paguyuban Pasar Gintung bersama para pembina akan memberikan pendampingan mulai dari pengemasan, perizinan hingga pemasaran.

“Bulan lalu kami sudah melakukan kurasi produk dan mengirimkannya ke AEON. Alhamdulillah beberapa produk UMKM sudah berhasil masuk ke pasar ritel modern. Untuk pelaku usaha yang sudah memiliki produk, jangan khawatir karena kami akan membantu mulai dari kemasan, legalitas, hingga menentukan target pasar yang sesuai,” katanya.

Legalitas UMKM Dipermudah

Menjawab pertanyaan mengenai biaya pengurusan legalitas usaha, Hj. Mei Yanti menjelaskan bahwa banyak program pemerintah yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh pelaku UMKM.

“Kalau memang programnya disubsidi pemerintah, tentu akan digratiskan. Misalnya sertifikasi halal gratis dan Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) yang difasilitasi oleh Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan. Menurut saya, pengurusan perizinan UMKM di Tangerang Selatan saat ini sudah sangat dipermudah,” ungkapnya.

Dorong Makanan Khas Tangerang Selatan

Terkait identitas kuliner khas Tangerang Selatan yang hingga kini belum ditetapkan secara resmi, Hj. Mei Yanti mengajak seluruh pelaku UMKM untuk terus mengembangkan produk lokal yang berpotensi menjadi ikon daerah.

“Saat ini memang belum ada yang ditetapkan secara resmi sebagai makanan khas Tangerang Selatan. Namun sudah banyak UMKM yang diajak berkolaborasi untuk mencari produk unggulan daerah. Kita punya potensi seperti gabus pucung dan tape uli yang bisa terus kita kembangkan dan promosikan, termasuk melalui Pasar Gintung,” tuturnya.

Market Day Jadi Solusi Pemasaran Makanan Basah

Untuk membantu pemasaran produk makanan basah yang memiliki masa simpan pendek, Paguyuban Pasar Gintung menjalankan program Market Day yang menyasar kebutuhan sarapan masyarakat.

“Kami menjemput bola melalui kegiatan Market Day. Penjualan dilakukan di lokasi strategis seperti dekat stasiun dan pintu masuk perumahan. Produk makanan basah dikemas dengan baik dan dijual dengan harga terjangkau, mulai dari Rp10.000 hingga Rp15.000 per paket. Dengan cara ini, produk UMKM lebih mudah diterima masyarakat,” jelasnya.

Melalui berbagai program pendampingan, kolaborasi, dan perluasan akses pasar, Paguyuban Pasar Gintung berharap UMKM di Tangerang Selatan semakin berkembang, naik kelas, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

No More Posts Available.

No more pages to load.