Rempas Cup 2026 Resmi Dibuka, 175 Juta Jadi Perebutan 64 Tim

oleh -20 Dilihat
Oplus_0

publicindonesia.com | TANGERANG SELATAN – Open Turnamen Sepak Bola Rempas Cup 2026 resmi dimulai pada Minggu (6/9/2026) di Lapangan Bhakti Jaya, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan (Tangsel). Sebanyak 64 tim dari berbagai daerah ambil bagian dalam kompetisi yang memperebutkan total hadiah Rp175 juta.

Pembukaan Rempas Cup 2026 dihadiri dan dibuka oleh Ketua DPRD Tangerang Selatan H. Abdul Rasyid, Julham Firdaus, serta Camat Kecamatan Setu dan juga menjadi Ketua Panitia Junaidi. Pembukaan ditandai dengan tendangan bola pertama secara bersamaan.

Turnamen ini tidak hanya diikuti klub-klub dari Tangerang Selatan. Sejumlah tim dari wilayah sekitar juga ambil bagian, di antaranya dari Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kabupaten Tangerang, dan daerah lainnya.

Laga perdana Rempas Cup 2026 mempertemukan Tim Katar Pagedangan melawan Tim Bhineka Buaran.

Rempas Cup 2026 Jadi Ajang Silaturahmi dan Pembinaan Sepak Bola

Ketua Panitia Rempas Cup 2026, Junaidi, mengatakan turnamen tahun ini merupakan penyelenggaraan yang keempat kalinya.

Menurut Junaidi, keberlangsungan Rempas Cup tidak terlepas dari sinergi dua tokoh masyarakat dari wilayah Kelurahan Babakan dan Kelurahan Bhakti Jaya.

“Ini kegiatan Rempas Cup yang keempat. Kegiatan ini terlaksana karena memang ada dua tokoh masyarakat yang bersinergi, baik dari Kelurahan Babakan maupun tokoh masyarakat dari Kelurahan Bhakti Jaya,” ujar Junaidi.

Ia menjelaskan, salah satu tujuan utama Rempas Cup adalah mempererat tali silaturahmi antartim sepak bola, khususnya di wilayah Tangerang Selatan dan daerah sekitarnya.

Namun, Junaidi berharap turnamen tersebut tidak berhenti sebagai ajang pertandingan semata.

Menurutnya, Rempas Cup harus dapat menjadi bagian dari upaya mendorong kemajuan persepakbolaan Tangerang Selatan, sekaligus membuka ruang bagi para pemain untuk mendapatkan pengalaman bertanding.

“Harapannya ke depan tim sepak bola Kota Tangerang Selatan ini bukan hanya ajang silaturahmi, tapi juga untuk memajukan persepakbolaan, khususnya di Kota Tangerang Selatan,” katanya.

Ia menilai kompetisi seperti Rempas Cup penting karena mempertemukan pemain, tim, komunitas, dan masyarakat pencinta sepak bola dalam satu kegiatan yang positif.

Selain membangun semangat kompetisi, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan dan munculnya talenta-talenta sepak bola baru dari Tangerang Selatan dan sekitarnya.

64 Tim Bertanding Selama Dua Bulan

Rempas Cup 2026 diikuti 64 tim dengan format kompetisi sistem gugur.

Berbeda dengan turnamen yang menggunakan sistem grup, setiap pertandingan dalam Rempas Cup 2026 menjadi sangat menentukan. Tim yang mengalami kekalahan harus mengakhiri perjuangannya di turnamen.

Junaidi mengatakan peserta tidak hanya berasal dari Tangerang Selatan, tetapi juga datang dari sejumlah daerah di sekitar Tangsel.

“Ini diikuti 64 peserta tim, bukan hanya dari Kota Tangerang Selatan, tetapi juga dari Kabupaten Bogor, Depok, Kabupaten Tangerang dan daerah lainnya,” jelasnya.

Rangkaian pertandingan Rempas Cup 2026 dimulai pada 6 September 2026 dan ditargetkan berakhir pada pertandingan final 8 November 2026.

Dengan durasi kompetisi sekitar dua bulan, turnamen ini diharapkan mampu memberikan ruang pertandingan yang cukup bagi seluruh peserta sekaligus menjadi hiburan bagi masyarakat.

Total Hadiah Rempas Cup 2026 Capai Rp175 Juta

Salah satu daya tarik Rempas Cup 2026 adalah total hadiah yang disiapkan panitia.

Tahun ini, panitia menyediakan total hadiah Rp175 juta bagi tim-tim yang mampu meraih prestasi terbaik.

Besarnya hadiah tersebut diharapkan semakin meningkatkan motivasi para pemain untuk tampil maksimal. Meski demikian, panitia juga menekankan pentingnya menjaga sportivitas, keamanan, dan kondusivitas selama turnamen berlangsung.

Julham Firdaus: Sepak Bola Harus Jadi Ruang Kebersamaan

Sementara itu, Julham Firdaus menilai kawasan Rempas memiliki sarana olahraga yang cukup baik dan berpotensi dikembangkan menjadi wadah kegiatan sepak bola lintas wilayah.

Menurutnya, sepak bola bukan hanya persoalan menang dan kalah, tetapi juga dapat menjadi sarana mempertemukan berbagai elemen masyarakat.

“Ini memang sebuah kekuatan bersama wilayah Tangsel dari zaman dulu dan sekarang dikemas dalam hal-hal yang lebih modern dan lebih maju,” ujar Julham.

Ia menyebut Rempas Cup sebagai salah satu bentuk koneksi berbagai elemen masyarakat, khususnya generasi muda.

“Ini salah satu koneksi dari semua elemen masyarakat, khususnya pemuda, bagaimana membuat kolaborasi di dalam sepak bola ini menjadi ajang untuk banyak hal yang manfaat dan lebih kondusif ke depan,” katanya.

Julham juga mengajak seluruh pemain, official, dan suporter untuk bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban selama pertandingan.

Menurutnya, semangat kompetisi harus berjalan beriringan dengan persaudaraan. Rivalitas cukup terjadi di dalam lapangan, sementara di luar pertandingan seluruh peserta tetap menjadi bagian dari keluarga besar sepak bola.

Dorong Kemajuan Sepak Bola Tangerang Selatan

Rempas Cup 2026 diharapkan tidak hanya menjadi turnamen tahunan, tetapi juga berkembang menjadi salah satu wadah pembinaan sepak bola di Tangerang Selatan.

Dengan melibatkan 64 tim, peserta dari berbagai daerah, serta total hadiah mencapai Rp175 juta, Rempas Cup 2026 menjadi salah satu ajang kompetisi sepak bola yang menarik perhatian pencinta olahraga di Tangsel dan sekitarnya.

Lebih dari sekadar perebutan gelar juara, turnamen ini diharapkan mampu memperkuat silaturahmi, membangun sportivitas, serta membuka peluang bagi para pemain muda untuk menunjukkan kemampuan dan berkembang melalui kompetisi yang sehat.

Rempas Cup 2026: bertanding dengan sportif, bersilaturahmi, dan bersama-sama memajukan sepak bola Tangerang Selatan.

No More Posts Available.

No more pages to load.