PT Biki Makmur dan ASPAI Teken MoU Rp100 Miliar untuk Swasembada Anggur Nasional

oleh -1039 Dilihat
oplus_2

Tangerang Selatan, publicindonesia.com – Langkah besar menuju swasembada anggur di Indonesia dimulai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Biki Makmur Bersama dengan Asosiasi Kegiatan Anggur Indonesia (ASPAI) senilai Rp100 miliar untuk periode lima tahun. Acara bersejarah ini digelar di Aula Auditorium Fakultas Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Minggu (7/9/2025), disaksikan oleh Anggota DPR RI Komisi IV serta jajaran Kementerian Pertanian.

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Direktur PT Biki Makmur dan Ketua Umum ASPAI, Tosan Aji. Hadir pula Direktur Buah Kementerian Pertanian Bidang Hortikultura, Liferdi Lukman, yang menegaskan pentingnya kesepakatan ini mengingat Indonesia masih bergantung pada impor anggur senilai lebih dari Rp7 triliun per tahun.

“Kebutuhan anggur dalam negeri sangat mendesak. Melalui MoU ini, sebagian kebutuhan nasional dapat dipenuhi dengan produksi lokal, sehingga kita tidak lagi terlalu bergantung pada impor,” ujar Liferdi Lukman.

Dukungan juga datang dari Anggota DPR RI Komisi IV, Dr. H. Dadang M. Naser, SH, S.IP., M.I.Pol. Ia mengapresiasi langkah PT Biki Makmur dan ASPAI serta menegaskan komitmen DPR untuk mendukung upaya swasembada anggur.
“Kami akan terus mensupport implementasi MoU ini, termasuk menyediakan lahan di Bogor agar bisa dijadikan pusat produksi anggur nasional,” tegasnya.

Sementara itu, Komisaris PT Tani Makmur, Vidi Nugraha, menyampaikan optimisme bahwa distribusi buah anggur dari kerja sama ini tidak hanya akan memenuhi pasar lokal, tetapi juga membuka peluang ekspor.
“Dengan MoU senilai Rp100 miliar ini, kami akan mendistribusikan anggur ke seluruh Indonesia, bahkan menyiapkan langkah untuk ekspor. Kualitas akan tetap kami jaga agar masyarakat bisa mendapatkan buah terbaik,” jelas Vidi.

MoU ini turut disaksikan oleh jajaran pengurus ASPAI dari seluruh Indonesia dan perwakilan pembina ASPAI DPD Kota Tangerang Selatan, Ibu Lista Hurustiaty SH MH.

Kesepakatan strategis ini diharapkan menjadi tonggak awal kemandirian Indonesia dalam memenuhi kebutuhan buah anggur, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor yang selama ini membebani neraca perdagangan nasional.


(*/Rif)

No More Posts Available.

No more pages to load.