publicindonesia.com | PAMULANG – Upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah banjir terus dilakukan di wilayah Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Memanfaatkan waktu yang tepat untuk melakukan mitigasi, Camat Pamulang H. Mamat, SE., MM. mengajak seluruh unsur dan masyarakat terlibat langsung dalam kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan dari sampah.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 8 Agustus 2026, dengan menyasar sejumlah titik yang dinilai rawan terjadi genangan dan penumpukan sampah. Pergerakan dimulai dari Situ 7 Muara, Kelurahan Pamulang Barat, kemudian dilanjutkan ke Kali Cibenda, Kelurahan Benda Baru.
Kegiatan bersih-bersih ini menjadi bagian dari langkah mitigasi lingkungan untuk mengurangi potensi penyumbatan aliran air yang dapat memicu banjir saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
Camat Pamulang H. Mamat menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan kesadaran dan kepedulian bersama.
“Pamulang Luar Biasa” menjadi semangat dalam kegiatan gotong royong tersebut. Antusiasme warga dan berbagai unsur yang terlibat terlihat dalam upaya membersihkan sampah serta menjaga aliran air tetap lancar.
Pembersihan Kali Cibenda Sudah Lima Kali

Sementara itu, Lurah Benda Baru, Dores, mengungkapkan bahwa kegiatan pembersihan di wilayah tersebut bukan kali pertama dilakukan. Menurutnya, pembersihan Kali Cibenda telah dilakukan sebanyak lima kali.
Dores juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke sungai atau kali.
“Ini sudah pembersihan yang kelima kali dan saya sampaikan kepada para warga, tidak buang sampah sembarangan ke sungai,” ujar Dores.
Ia menilai kebiasaan membuang sampah ke sungai menjadi salah satu persoalan yang membuat kegiatan pembersihan harus terus dilakukan. Sampah yang terbawa aliran air dari wilayah hulu dapat menumpuk di sejumlah titik, termasuk di sekitar jembatan.
Menurut Dores, persoalan tersebut membutuhkan kesadaran bersama. Ia berharap masyarakat di sekitar Situ 7 Muara maupun wilayah lainnya tidak membuang sampah langsung ke aliran yang bermuara ke Kali Cibenda.

“Ke depannya saya berharap semua bisa saling menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah di kali atau sembarang tempat,” katanya.
Gotong Royong Jadi Kunci Cegah Banjir
Kegiatan mitigasi lingkungan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pencegahan banjir harus dilakukan sebelum musim hujan datang. Pembersihan sungai, kali, saluran air, dan titik-titik rawan sampah dinilai penting untuk memastikan aliran air tetap berjalan dengan baik.
Pemerintah Kecamatan Pamulang bersama kelurahan, warga, serta seluruh unsur yang terlibat terus mendorong budaya gotong royong sebagai bagian dari kepedulian terhadap lingkungan.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak menjadikan sungai dan saluran air sebagai tempat pembuangan sampah.
Menjaga kebersihan bukan hanya tugas pemerintah. Lingkungan yang bersih, aliran air yang lancar, dan wilayah yang bebas sampah merupakan tanggung jawab bersama.
Pamulang Luar Biasa, warga bergerak, lingkungan terjaga, banjir kita cegah bersama.
(*/Red)









