Musrenbang Kelurahan Cipayung Bahas Prioritas Pembangunan 2027, Sampah hingga Pemberdayaan Jadi Sorotan

oleh -608 Dilihat
oplus_2

publicindonesia.com | Cipayung, Kecamatan Ciputat, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sebagai bagian dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 dengan Total Anggaran Rp. 3.1 Milyar . Kegiatan ini dihadiri unsur pemerintah daerah, DPRD, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen warga, dan berlangsung penuh aspirasi serta gagasan pembangunan, (26/01).

Lurah Cipayung dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran berbagai pihak, mulai dari perwakilan DPRD, Bappelitbangda, kepala OPD, tokoh masyarakat, kader PKK, Karang Taruna, TBM Kolong Flyover, kelompok wanita tani, hingga pengelola bank sampah.

Ia juga memperkenalkan Ketua LPM Kelurahan Cipayung yang baru, Haji Anas, yang akan mengemban amanah selama lima tahun ke depan.

“Musrenbang ini merupakan hasil dari proses panjang yang telah kami lakukan bersama RT dan RW, dengan mengusulkan prioritas pembangunan berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah,” ujar Lurah Cipayung.

Lurah Cipayung menegaskan bahwa hasil Musrenbang akan diklasifikasikan berdasarkan skala prioritas, baik untuk kegiatan fisik maupun pemberdayaan masyarakat. Ia juga mengapresiasi peran aktif anak-anak muda, termasuk mahasiswa UIN dan komunitas Karang Taruna, yang konsisten menghidupkan kegiatan sosial di kawasan kolong flyover.

Dalam kesempatan tersebut, Lurah Cipayung juga memaparkan capaian lingkungan di wilayahnya. Saat ini, Kelurahan Cipayung memiliki 8 bank sampah dari 12 RW, bahkan salah satunya berhasil meraih prestasi tingkat nasional dengan masuk 10 besar terbaik dan menempati peringkat ke-8.

Selain itu, Koperasi Merah Putih Cipayung telah beroperasi sejak Desember dan berlokasi di belakang Kantor Kelurahan. Koperasi tersebut menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dan mendapat dukungan dari tokoh masyarakat, termasuk investasi dari tokoh agama setempat.

Sementara itu, Camat Ciputat H. Mamat, S.E., M.M. dalam sambutannya menekankan pentingnya Musrenbang sebagai wadah perencanaan pembangunan dari bawah.

“Perencanaan yang baik harus dimulai dari aspirasi masyarakat melalui RT, RW, dan kelurahan. Forum ini menjadi ruang penting untuk menyampaikan kebutuhan riil warga,” kata Camat Ciputat.

Ia mengapresiasi berbagai program yang telah berjalan di Kelurahan Cipayung, seperti pengelolaan bank sampah, koperasi, kegiatan kepemudaan, serta program lingkungan hidup, yang dinilai mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kepedulian lingkungan.

Sorotan tajam juga disampaikan Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan, Linda Eviyanti, yang menekankan bahwa persoalan sampah saat ini menjadi isu besar di seluruh wilayah Tangsel.

“Masalah sampah bukan hanya persoalan Kecamatan Ciputat, tetapi seluruh Kota Tangerang Selatan. Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” tegas Linda.

Linda menjelaskan bahwa program biopori yang sedang digencarkan bukan hanya untuk mengatasi banjir, tetapi juga sebagai solusi pengelolaan sampah organik dari tingkat rumah tangga hingga lingkungan RT dan RW.

Ia juga mengapresiasi Kecamatan Ciputat yang memiliki tantangan besar dengan tujuh kelurahan dan tiga pasar tradisional, yang berdampak pada tingginya volume sampah. Bahkan, Linda mengaku kerap turun langsung ke lapangan hingga dini hari untuk memantau kondisi pengelolaan sampah.

“Pengelolaan sampah harus dilakukan dari hulu ke hilir. Kalau hanya mengandalkan TPA, tidak akan pernah selesai,” ujarnya.

Melalui Musrenbang ini, para pemangku kepentingan berharap pembangunan di Kelurahan Cipayung tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pengelolaan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kualitas hidup warga, demi terwujudnya Kota Tangerang Selatan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

(*/Rif)

No More Posts Available.

No more pages to load.