Kepala BGN Naniek Sudaryati Deyang Ajukan Mundur, Fokus Berobat ke Luar Negeri: Tegaskan Program MBG Demi Masa Depan Generasi Emas

oleh -62 Dilihat
Oplus_0

publicindonesia.com | JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Naniek Sudaryati Deyang, mengumumkan rencananya untuk menjalani pengobatan jantung ke luar negeri sekaligus menyampaikan pengunduran dirinya dari jabatan Kepala BGN demi alasan kesehatan.

Melalui pernyataan yang disampaikan pada Rabu (22/7/2026), Naniek mengaku telah meminta izin langsung kepada Presiden untuk menjalani pengobatan di luar negeri. Menurutnya, keputusan tersebut bukan karena meragukan kemampuan dokter di Indonesia, melainkan untuk memperoleh second opinion atas kondisi kesehatannya berdasarkan rekomendasi dari rekan dekat.

“Saya pamit kepada Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri karena kondisi jantung saya. Ini bukan karena tidak percaya dokter Indonesia, tetapi untuk mendapatkan second opinion,” ujar Naniek.

Dalam kesempatan itu, Naniek juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menyampaikan permohonan mundur sebagai Kepala BGN. Presiden disebut memahami kondisi kesehatannya dan menyetujui permohonan tersebut.

Meski demikian, Presiden dikabarkan tetap meminta Naniek untuk berkontribusi dalam pengawasan Badan Gizi Nasional. Bahkan, terdapat rencana pembentukan Dewan Pengawas BGN dengan Naniek sebagai calon ketuanya.

Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Bukan Bermuatan Politik

Naniek yang telah mendampingi Presiden selama kurang lebih 14 tahun menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memiliki tujuan politik seperti yang selama ini dituduhkan sejumlah pihak.

Menurutnya, program MBG murni bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia agar tumbuh sehat dan menjadi generasi emas di masa depan.

“Program MBG benar-benar untuk intervensi gizi anak-anak agar mereka tumbuh sehat dan menjadi generasi emas Indonesia,” tegasnya.

Ia juga membantah anggapan bahwa program yang menargetkan puluhan juta penerima manfaat itu berkaitan dengan kepentingan Pemilu 2029.

“Mayoritas penerima manfaat saat ini adalah balita hingga siswa sekolah dasar. Tiga tahun lagi mereka bahkan belum memiliki hak pilih. Karena itu, anggapan bahwa MBG dibuat untuk kepentingan politik tidak tepat,” jelasnya.

Program MBG Dinilai Gerakkan Ekonomi Rakyat

Selain meningkatkan gizi masyarakat, Naniek menilai Program Makan Bergizi Gratis juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan.

Ia mencontohkan, selama tiga pekan libur sekolah ketika distribusi MBG dihentikan sementara, banyak petani, peternak, hingga pedagang pasar mengeluhkan turunnya permintaan terhadap hasil pertanian, peternakan, serta sayur dan buah-buahan.

Akibatnya, harga komoditas mengalami penurunan dan sebagian hasil panen bahkan tidak terserap pasar.

“Program MBG terbukti memiliki efek ganda terhadap perekonomian masyarakat bawah. Ketika program berhenti sementara saat libur sekolah, petani, peternak, dan pedagang merasakan langsung dampaknya karena hasil produksi mereka tidak terserap,” ujar Naniek.

Dengan pengunduran dirinya, Naniek berharap masyarakat tetap mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak sekaligus menggerakkan perekonomian rakyat dari sektor pangan.

(*/Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.