publicindonesia.com | TANGERANG SELATAN – Kebakaran melanda lapak tempat tinggal pekerja yang sedang membangun rumah kos di wilayah RT 02/RW 04, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, pada Jumat (5/6/2026).
Peristiwa tersebut menghanguskan enam petak bedeng yang digunakan sebagai tempat istirahat para pekerja proyek. Api dengan cepat membesar lantaran bangunan bedeng terbuat dari material yang mudah terbakar.
Berdasarkan informasi di lokasi, kebakaran diduga bermula dari korsleting listrik yang kemudian memicu ledakan. Setelah ledakan terjadi, api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian bedeng dan melalap sejumlah barang berharga milik para pekerja.
Beberapa peralatan elektronik yang ikut terbakar di antaranya kulkas, televisi, serta alat penanak nasi, selain perlengkapan pribadi para pekerja yang berada di dalam bedeng.
Komandan Regu Pemadam Kebakaran Pos Pamulang, Fahrudin, menjelaskan bahwa proses penanganan kebakaran sempat menghadapi kendala karena akses jalan menuju lokasi cukup sempit. Meski demikian, petugas berhasil bergerak cepat untuk mengendalikan kobaran api.
“Untuk lokasi yang akses jalannya cukup sempit, kami mengerahkan lima unit mobil pemadam dari tiga pos dengan jumlah personel sebanyak 23 orang,” ujar Fahrudin.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Para pekerja yang berada di lokasi langsung menyelamatkan diri ketika api mulai membesar.
“Alhamdulillah korban nihil. Para pekerja yang berada di lokasi langsung berupaya menyelamatkan diri dan mengamankan area ketika api membesar, sehingga seluruhnya dalam kondisi aman,” katanya.
Menurut keterangan yang diterima petugas, saat kejadian terdapat perempuan dan anak-anak di sekitar lokasi. Namun seluruhnya berhasil dievakuasi dan tidak mengalami cedera.
“Menurut keterangan dari pihak yang bertanggung jawab di lokasi, ada perempuan dan anak-anak yang berada di sekitar area kejadian. Alhamdulillah semuanya dalam keadaan selamat,” tambahnya.
Dalam operasi pemadaman tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran mengerahkan lima unit armada dari tiga pos pemadam dengan dukungan 23 personel. Berkat respons cepat petugas, api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Fahrudin mengatakan, akibat peristiwa tersebut enam petak bedeng pekerja hangus terbakar beserta sejumlah barang elektronik dan perlengkapan milik pekerja. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material ditaksir mencapai Rp10 juta.
“Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai sekitar Rp10 juta,” ungkap Fahrudin.
Sementara itu, Devi, perwakilan pengelola lokasi pembangunan, menjelaskan bahwa bangunan yang terbakar merupakan bedeng sementara yang digunakan sebagai tempat istirahat para pekerja proyek pembangunan kos-kosan di kawasan Pamulang Barat.
“Ini bedeng untuk tempat istirahat para pekerja. Kebetulan di lokasi ini sedang ada pembangunan, sehingga bedeng tersebut digunakan sebagai tempat beristirahat para karyawan yang bekerja di proyek,” ujar Devi.
Terkait kerugian yang dialami, Devi menyebutkan bahwa nilai kerugian material tidak terlalu besar karena bangunan yang terbakar bukan bangunan permanen.
“Kalau kerugian material tidak terlalu banyak karena bangunan ini sifatnya sementara, bukan bangunan permanen,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Devi juga menyampaikan apresiasi kepada petugas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang Selatan, khususnya Pos Pamulang, yang dinilainya bergerak cepat menangani kebakaran sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Damkar Kota Tangerang Selatan, khususnya Pos Pamulang, yang sangat sigap membantu proses pemadaman. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa karena respons petugas sangat cepat,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak PLN yang segera melakukan penanganan terhadap jaringan listrik di lokasi kejadian guna mendukung proses pemadaman dan mencegah risiko yang lebih besar.
“Kami juga berterima kasih kepada pihak PLN yang cepat melakukan penanganan pada jaringan listrik di lokasi sehingga proses pemadaman dapat berjalan dengan aman,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, terutama pada bangunan sementara dan lingkungan proyek konstruksi yang rentan terhadap risiko kebakaran akibat korsleting listrik.







