Gubernur Banten Intensifkan Dialog Tripartit, Tekankan Penyelesaian Masalah Ketenagakerjaan

oleh -329 Dilihat

Serang, publicindonesia.com– Gubernur Banten, Andra Soni, menggelar diskusi bersama jajaran pengurus Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Kamis (25/9/2025). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah, serikat pekerja, dan kalangan pengusaha.

Sebagai ketua ex officio, Andra Soni menegaskan komitmennya untuk mendorong peran aktif LKS Tripartit dalam menjaga iklim usaha yang sehat. Menurutnya, kolaborasi antara buruh dan pengusaha menjadi kunci terciptanya kondisi ketenagakerjaan yang kondusif.

“Tadi kita banyak berdiskusi terkait dengan persoalan perizinan, pengupahan, dan lain sebagainya,” ujar Andra Soni.

Gubernur menekankan, perhatian khusus akan diarahkan pada dua isu krusial, yakni tingginya angka pengangguran dan praktik pungutan liar di sektor ketenagakerjaan yang masih sering dikeluhkan masyarakat. Ia menilai, hal ini menjadi hambatan besar dalam menciptakan tenaga kerja yang produktif sekaligus lingkungan usaha yang sehat.

“Semua itu menjadi concern saya untuk bisa diselesaikan, dan di forum LKS Tripartit inilah kita bisa membicarakan secara terbuka,” jelasnya.

Andra Soni juga memastikan bahwa diskusi serupa akan terus diintensifkan. Baginya, komunikasi yang terjalin baik antar-pemangku kepentingan merupakan solusi utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

“Kalau komunikasinya sudah terjalin baik, semua persoalan pasti bisa diselesaikan,” tegasnya.

Apresiasi dari Serikat Pekerja

Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Provinsi Banten, Dedi Sudarajat, mengapresiasi langkah Gubernur yang membuka ruang dialog langsung dengan pengurus LKS Tripartit. Menurut Dedi, hal ini baru pertama kali dilakukan di Banten setelah beberapa kali pergantian kepemimpinan.

“Baru kali ini rapat LKS Tripartit bisa dipimpin langsung oleh ketuanya, yaitu Gubernur Banten. Di tingkat pusat pun hal ini dilakukan oleh Menteri Ketenagakerjaan,” ujar Dedi.

Ia menambahkan, esensi dari keberadaan LKS Tripartit adalah menyatukan visi seluruh pihak, baik pemerintah, buruh, maupun pengusaha.

“Cita-citanya jelas: buruh sejahtera, pengusaha nyaman menjalankan usahanya, serta tercipta iklim investasi yang terjaga dengan baik,” ungkapnya.

Harapan ke Depan

Diskusi ini diharapkan menjadi awal dari konsolidasi nyata dalam menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan di Provinsi Banten. Dengan komunikasi yang lebih intensif, Andra Soni optimistis bahwa keseimbangan antara kesejahteraan pekerja, kenyamanan pengusaha, dan stabilitas investasi dapat diwujudkan secara berkelanjutan.

(*/Rif)

No More Posts Available.

No more pages to load.